Program Garuda Spark di Bandung Cetak 10 Startup dalam Tiga Bulan Pertama

Program Garuda Spark di Bandung Cetak 10 Startup dalam Tiga Bulan Pertama

VakansiInfo – Program Garuda Spark di Kota Bandung mulai menunjukkan hasil positif dalam tiga bulan pertama pelaksanaannya. Sebanyak 10 startup lokal berhasil dikurasi dan dikembangkan melalui kolaborasi antara komunitas, kampus, mitra global, dan pemerintah.

Program ini merupakan inisiatif Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) yang diluncurkan pada September 2025 sebagai ruang belajar dan pengembangan bisnis digital yang terbuka bagi masyarakat. Garuda Spark dirancang untuk memperkuat ekosistem startup sekaligus membuka akses pembelajaran digital yang inklusif.

President of Alkademi Foundation, Dyah R. Helmi, menilai Garuda Spark memberikan kesempatan luas bagi warga Bandung dan sekitarnya, khususnya generasi muda yang ingin terjun ke industri digital. Menurutnya, program ini memungkinkan masyarakat mempelajari bisnis digital dan ekosistem global tanpa hambatan.

“Dengan Garuda Spark, masyarakat bisa belajar bisnis digital dan ekosistem global kapan pun. Semua terbuka dan gratis untuk warga Bandung,” ujar Helmi usai acara Jabar Digital Ecosystem Report di Bandung, Senin (5/1/2026).

Kolaborasi lintas sektor yang terbangun juga berdampak langsung pada penguatan talenta muda. Alkademi bersama mitra global mencatat 15.749 aplikasi digital berhasil dibuat oleh siswa SMK di Jawa Barat dalam satu rangkaian kegiatan. Pencapaian tersebut bahkan memperoleh pengakuan dari Guinness World Record.

Baca Juga  Indonesia–Prancis Perkuat Kolaborasi Digital untuk Ciptakan Ruang Siber Aman dan Inklusif

Sementara itu, Vice President of Startup Bandung, Nur Islami Javad, menyebut Garuda Spark menjadi ruang pertemuan antara startup berpengalaman dan generasi baru yang mulai merintis usaha. Ia menilai program ini berperan penting di tengah tantangan industri startup sepanjang 2025.

“Tahun 2025 penuh tantangan bagi startup. Garuda Spark membuka ruang regenerasi. Di komunitas kami ada 150 startup senior dan dampaknya menjangkau lebih dari 2.500 anak muda yang mulai terlibat,” kata Javad.

Ia menambahkan, budaya kolaborasi di ekosistem startup Bandung kini semakin matang. Hal ini terlihat dari tingginya partisipasi dalam berbagai kegiatan komunitas, termasuk acara akhir tahun yang diikuti sekitar 12.000 peserta daring. Sejumlah startup juga mulai menyusun sustainability report sebagai strategi bertahan dan bertumbuh.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan Garuda Spark dirancang sebagai jawaban atas kompleksitas tantangan industri startup. Menurutnya, pendekatan ekosistem menjadi kekuatan utama program ini.

“Di Bandung, Garuda Spark sudah berjalan tiga bulan. Sudah ada 10 startup yang dibantu, dikurasi, dan dilahirkan bersama oleh Kemkomdigi, Startup Bandung, Alkademi, dan mitra internasional seperti NUS Singapura,” ujar Meutya.

Baca Juga  Kemkomdigi Resmikan Program Kampung Internet 2025, Perluas Akses Hingga Desa

Meutya menilai Bandung layak menjadi rujukan nasional dalam pengembangan startup berbasis kolaborasi. Pemerintah pun berharap model Garuda Spark dapat menginspirasi daerah lain untuk membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan. (Mur)

About The Author

Pilihan Redaksi

Menpora Erick Thohir Dorong Industri Olahraga dan Sport Tourism Jadi Ekonomi Baru Nasional

Menpora Erick Thohir Dorong Industri Olahraga dan Sport Tourism Jadi Ekonomi Baru Nasional

Sekolah di Aceh Mulai Aktif Kembali Pascabanjir, Siswa Belajar dengan Sarana Terbatas

Sekolah di Aceh Mulai Aktif Kembali Pascabanjir, Siswa Belajar dengan Sarana Terbatas