VakansiInfo – Puluhan anak dari Kampung Pasirangin, Desa Cipicung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, tampak antusias berkumpul di Kompleks Edukasi Putra Bangsa pada Minggu (03/08/2025). Sebanyak 70 anak yang tergabung dalam program Taman Baca Nyala Aksara Putra Bangsa resmi memulai Gerakan Literasi Putra Bangsa. Sebuah program tahunan yang di rancang untuk membina minat baca, keterampilan, dan karakter anak-anak melalui berbagai kegiatan edukatif setiap akhir pekan.
Program ini di gagas oleh Yayasan Daya Putra Bangsa (Yapaba) bersama Maha Padma Paratha Foundation (MaPa Foundation). Dan di dukung oleh para relawan yang peduli terhadap peningkatan budaya literasi di masyarakat, khususnya bagi anak-anak desa.
Kegiatan Gerakan Literasi ini mencakup berbagai pelatihan. Seperti kursus bahasa Inggris, komputer, membaca dan menulis, melukis, membaca bersama, menonton film edukatif, bermain teater, berdiskusi, hingga menerbitkan buku karya bersama.
Aksi Nyata: Peduli Lingkungan dari Hal Sederhana
Menariknya, pada hari pertama pelaksanaan program, anak-anak langsung di ajak untuk melakukan aksi peduli lingkungan. Dengan memunguti sampah non-organik di sekitar kampung mereka. Sepanjang jalan yang di lalui, anak-anak yang masih duduk di bangku SD dan SMP itu memungut sampah plastik sambil bercanda dan bersemangat.
Kegiatan ini menjadi simbol awal dari pembentukan kesadaran sosial dan lingkungan. Yang kelak di harapkan menumbuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Literasi sebagai Sarana Membangun Karakter Anak
Isti Wuryanti, S.Pd selaku Pembina Gerakan Literasi Putra Bangsa, menyampaikan bahwa program ini dirancang sebagai wadah pembentukan karakter yang mandiri, cerdas digital, serta santun dalam bersosialisasi. “Kami ingin anak-anak tidak hanya pandai secara akademis, tetapi juga memiliki empati sosial dan mentalitas positif,” ujarnya.
Sementara itu, Heri Cokro dari Yapaba menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai literasi, kepedulian sosial, dan keterampilan hidup sejak dini. Menurutnya, tantangan era digital harus diimbangi dengan aktivitas yang kreatif, produktif, dan menyenangkan agar anak-anak tumbuh dengan nilai-nilai positif.
Komitmen Yayasan Daya Putra Bangsa
Sejak berdiri tiga tahun lalu, Yayasan Daya Putra Bangsa telah aktif mengembangkan berbagai program edukatif seperti TK Plus Putra Bangsa, dua taman baca (di Rancamaya dan Cipicung), diskusi bulanan “Sawala Dasa Wacana”, sanggar seni, kajian agama dan budaya, hingga kegiatan sosial seperti santunan dan edukasi masyarakat.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, Yapaba berharap dapat terus mencetak generasi baru yang literat, peduli, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
(Ckr03/red)