Sab. Agu 30th, 2025

Hidrogen dari Kelebihan Pasokan PLN Diklaim Lebih Murah Dibanding BBM dan Listrik, Ini Penjelasan Dirut PLN

Hidrogen dari Kelebihan Pasokan PLN Diklaim Lebih Murah Dibanding BBM dan Listrik, Ini Penjelasan Dirut PLN

Vakansiinfo – Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menyebut bahwa bahan bakar kendaraan berbasis hidrogen yang bersumber dari kelebihan pasokan (excess supply) milik PLN memiliki biaya operasional yang lebih murah di bandingkan kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) maupun kendaraan listrik.

Dalam acara Global Hydrogen Summit 2025 yang di gelar di Jakarta pada Selasa (15/04/2024) lalu, Darmawan membandingkan biaya penggunaan tiga jenis kendaraan dengan model yang sama, yakni Toyota Innova. Ia mengungkapkan bahwa kendaraan berbasis BBM menghabiskan biaya sekitar Rp1.300 per kilometer.

Sementara itu, kendaraan listrik yang di isi daya dari rumah (home charging) menghabiskan biaya sekitar Rp300 per kilometer. Jika menggunakan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), biaya energi naik menjadi sekitar Rp550 per kilometer.

“Kalau pakai hidrogen dari PLN, karena berasal dari excess supply dan tidak memerlukan tambahan pembangkit, biayanya hanya Rp550 per kilometer. Jadi lebih murah di bandingkan bensin karena hidrogennya setengah gratis,” ujar Darmawan.

Darmawan menjelaskan bahwa kelebihan pasokan hidrogen di hasilkan dari sejumlah pembangkit listrik milik PLN, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU), dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Selama ini, hidrogen yang di produksi di gunakan sebagai pendingin, namun masih menyisakan kelebihan pasokan.

Baca Juga  Luminor Hotel Kota Serahkan Hadiah Kepada Pemenang Undian Grand Prize Iftar Ramadan 2025

“Produksinya sekitar 200 ton, yang di gunakan hanya 75 ton. Jadi ada sekitar 128 ton yang menjadi excess supply,” ungkapnya.

Karena bersumber dari kelebihan pasokan, PLN tidak perlu melakukan investasi tambahan atau capital expenditure (capex) untuk memproduksi hidrogen tersebut. Hal ini membuat biaya bahan bakar hidrogen menjadi lebih efisien dan kompetitif.

“Lebih murah daripada pakai bensin, karena hidrogennya setengah gratis. Kalau kita tidak pakai, ya dibuang ke udara,” tambah Darmawan.

Sebagai informasi tambahan, PLN juga telah memiliki Hydrogen Refueling Station (HRS) pertama di Indonesia yang berlokasi di kawasan Senayan, Jakarta. Stasiun pengisian kendaraan hidrogen tersebut diresmikan pada Februari 2024.

(Mur)

Related Post