Deputi Direktur Jenderal ILO mengakhiri kunjungan resmi pertamanya ke Indonesia dengan menyaksikan bagaimana inovasi digital membantu para peternak sapi perah di Jawa Barat memperluas dan mengembangkan bisnis mereka melalui akses yang lebih baik terhadap layanan keuangan.
Vakansiinfo – Deputi Direktur Jenderal ILO, Celeste Drake, melakukan kunjungan lapangan ke Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) Pengalengan, Jawa Barat pada 21 Juni. Kunjungan lapangan tersebut mengakhiri kunjungan resmi pertamanya ke Indonesia selama empat hari sejak tanggal 18 Juni.
Kunjungan resmi ke KPBS Pengalengan di lakukan bersama Philippe Strub, Charge d’Affaires Kedutaan Besar Swiss di Indonesia. Imansyah, Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat. Simrin Singh, Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor -Leste, dan Djauhari Sitorus, Manajer Proyek Jasa Keuangan bagi UKM ILO.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan melihat langsung kegiatan KPBS Pengalengan. Salah satu koperasi susu terbesar di Jawa Barat dengan total anggota aktif sebanyak 2.050 peternak sapi perah. Mereka di terima oleh H. Aun Gunawan, Ketua KPBS, berkeliling ke berbagai fasilitas KPBS. Seperti tempat pengumpulan susu, rumah sakit, pabrik pengolahan, minimarket, serta berinteraksi dengan para peternak sapi perah perempuan dan laki-laki dari segala usia.
Kantor ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste, melalui proyek Mempromosikan Usaha UKM melalui Peningkatan Akses Wirausaha terhadap Jasa Keuangan Tahap 2 (Promise II Impact). Yang di danai oleh Sekretariat Negara Swiss untuk Urusan Ekonomi (SECO). Telah menjalin kerja sama erat dengan KPBS Pengalengan dalam mendorong transformasi digital dan meningkatkan inklusi keuangan melalui Layanan Keuangan Digital yang bertujuan untuk meningkatkan ekosistem rantai nilai KPBS, skala usaha, produktivitas, perluasan usaha dan akses keuangan yang lebih baik.
“Kami sangat menghargai dukungan yang di berikan ILO yang memungkinkan anggota kami memperoleh manfaat lebih banyak dari penggunaan teknologi digital dan memperoleh keterampilan baru yang meningkatkan produktivitas, pengetahuan dan akses keuangan mereka. Ini tentunya akan meningkatkan kualitas dan kuantitas susu, dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan dan penghidupan para peternak.” Kata H. Aun Gunawan, Kepala KPBS, saat kunjungan.
Dukungan ini akan meningkatkan Enterprise Resource Planning (ERP) KPBS dengan menambahkan berbagai fitur yang mudah di gunakan pada modul logistik, keanggotaan dan kesehatan hewan yang bermanfaat bagi seluruh 2.050 anggota KPBS yang saat ini berada di dalam ekosistem rantai nilai sapi perahnya. Fasilitas pinjaman persetujuan cepat ini pun baru saja di luncurkan pada Maret 2024. Hingga saat ini, 104 anggota telah menerima pinjaman melalui fasilitas ini.
Penerima pinjaman telah mengakui efektivitas penggunaan aplikasi tersebut. Pinjaman yang mereka ajukan mendapat persetujuan hanya dalam waktu satu hari. Sehingga bermanfaat bagi produktivitas mereka karena tidak lagi harus kehilangan jam kerja penting. Untuk mengurus ternak dan produksi susu. Peternak sapi perah pun dapat mengajukan pinjaman dengan mudah dan cepat. Kapan saja dan dari mana saja.
Selain itu, program Promise II Impact ILO telah melatih 29 pelatih lokal mengenai kewirausahaan. Dan pendidikan keuangan melalui program pelatihan untuk pelatih. Para pelatih ini telah melatih 340 peternak sapi perah. 30 persen di antaranya adalah perempuan. Tentang cara mengelola pendapatan mereka dengan lebih baik dan meningkatkan bisnis susu mereka.
Celeste Drake, Deputi Direktur Jenderal ILO, menyoroti pentingnya digitalisasi untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing UKM. “Manfaat yang di peroleh peternak sapi perah dari aplikasi digital yang kita lihat saat ini. Merupakan bukti penting dampak positif teknologi digital terhadap peningkatan dan perluasan usaha. Hal ini juga merupakan bukti yang baik tentang perlunya mempersempit kesenjangan dalam akses dan penggunaan teknologi. Memastikan tidak ada yang tertinggal dalam memperoleh manfaat dari digitalisasi.” Ujarnya.
“Pemerintah Swiss berkomitmen untuk mendukung pengembangan UKM di Indonesia – tulang punggung perekonomian negara – melalui pembukaan akses terhadap keuangan dan mendorong transformasi digital. Program Promise II Impact ILO telah memberikan kontribusi signifikan. Terhadap agenda inklusi keuangan Indonesia dan mendukung UKM. Dalam mewujudkan potensi pertumbuhan mereka seperti yang di perlihatkan para peternak sapi perah di bawah KPBS Pengalengan.” Kata Philippe Strub dari Kedutaan Besar Swiss di Indonesia.
(Red)