Sab. Agu 30th, 2025

Investasi Kuartal I-2025 Serap Ratusan Ribu Tenaga Kerja, Jadi Angin Segar di Tengah Ancaman PHK

Investasi Kuartal I-2025 Serap Ratusan Ribu Tenaga Kerja, Jadi Angin Segar di Tengah Ancaman PHK

Vakansiinfo – Realisasi investasi pada kuartal pertama tahun 2025 membawa dampak positif bagi dunia kerja di Indonesia. Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Investasi, sebanyak 594.104 tenaga kerja berhasil terserap dalam tiga bulan pertama tahun ini berkat masuknya investasi baru.

Pencapaian ini menjadi sinyal baik bagi pertumbuhan ekonomi sekaligus membuktikan bahwa investasi memiliki peran strategis dalam menekan angka pengangguran.

Direktur Eksekutif NEXT Indonesia Center, Christiantoko, menyambut baik capaian tersebut meski menyayangkan kurangnya perhatian media terhadap sisi penyerapan tenaga kerja. “Ada dua hal penting yang kurang mendapatkan perhatian dalam pengumuman realisasi investasi. Padahal pencapaiannya sangat signifikan,” ungkapnya di Jakarta, Jumat (02/05/2025).

Christiantoko juga mengingatkan bahwa di tengah maraknya isu Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di sektor industri. Kehadiran investasi justru menjadi penyeimbang dengan membuka ratusan ribu lapangan kerja baru. Ia pun menegaskan perlunya pengawasan dari pemerintah agar dampak investasi tetap terasa secara berkelanjutan. “Kita berharap capaian ini terus menjadi perhatian pemerintah dalam memantau realisasi investasi,” ujarnya.

Baca Juga  Transaksi SPKLU Saat Lebaran 2025 Naik Hampir 5 Kali Lipat, PLN Perkuat Infrastruktur Kendaraan Listrik

Terkait hal tersebut, langkah Presiden Prabowo dalam membentuk Satuan Tugas (Satgas) PHK di nilai sebagai wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi pekerja. “Presiden Prabowo membentuk satgas ini agar memberikan perhatian serius terhadap buruh atau tenaga kerja di Indonesia, sebagai bentuk perlindungan dari negara,” jelas Christiantoko.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa meningkatnya penyerapan tenaga kerja tidak hanya berdampak pada penurunan pengangguran, tetapi juga memperkuat konsumsi rumah tangga dan ketahanan ekonomi nasional. Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, sekitar 54 persen ekonomi Indonesia disokong oleh konsumsi masyarakat.

“Ketika banyak masyarakat bekerja, kesejahteraan terjaga dan daya beli pun meningkat. Kondisi ini akan memperkuat ketahanan ekonomi nasional,” tutupnya.

Dengan realisasi investasi yang terus dipacu, harapannya lapangan kerja akan semakin terbuka luas. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci untuk menjaga momentum pertumbuhan ini.

(Mur)

Related Post