VakansiInfo, Jakarta – Di tengah tren elektrifikasi kendaraan yang kian cepat di Indonesia, pilihan mobil ramah lingkungan kini semakin beragam. Namun, tidak semua konsumen siap beralih sepenuhnya ke mobil listrik murni. Infrastruktur pengisian daya yang belum merata dan kebutuhan mobilitas jarak jauh masih menjadi pertimbangan utama. Di sinilah kendaraan hybrid, khususnya plug-in hybrid, hadir sebagai solusi tengah yang realistis.
Melihat kebutuhan tersebut, JAECOO menghadirkan J7 SHS-P, SUV plug-in hybrid yang dirancang adaptif untuk karakter berkendara masyarakat Indonesia—baik di perkotaan maupun perjalanan luar kota.
Data GAIKINDO mencatat penjualan mobil hybrid tumbuh sekitar 10 persen sepanjang 2025 dengan hampir 66 ribu unit terjual. Angka ini menunjukkan semakin banyak konsumen yang melirik teknologi elektrifikasi tanpa harus sepenuhnya bergantung pada charging station.
Menariknya, JAECOO J7 SHS-P dibekali teknologi Super Hybrid System (SHS) yang menjaga performa tetap stabil bahkan saat baterai di bawah 20 persen. Artinya, tenaga tidak “loyo” ketika daya menipis. Sistem ini memadukan mesin 140 Hp dengan torsi 215 Nm serta motor listrik 201 Hp dan torsi 310 Nm, menghasilkan akselerasi responsif dan halus di berbagai kondisi jalan.
Soal efisiensi, jarak tempuhnya juga impresif. Mode listrik murni mampu menempuh hingga 100 km (NEDC), sementara kombinasi bensin dan listrik mencapai 1.377 km—cukup untuk perjalanan antarkota tanpa sering mengisi ulang.
Keunggulan ini turut terbukti di pasar global. Di Inggris, J7 SHS-P masuk jajaran PHEV terlaris dan menjadi salah satu model favorit konsumen berkat kombinasi performa, efisiensi, dan fleksibilitas.
Di Indonesia, JAECOO menampilkan J7 SHS-P bersama lini elektrifikasi lainnya seperti J5 EV dan J8 SHS-P ARDIS di IIMS 2026, lengkap dengan area test drive. Didukung jaringan 25 dealer yang akan berkembang hingga 80 lokasi, JAECOO tampaknya serius menjadikan hybrid sebagai jembatan strategis menuju era kendaraan listrik penuh. (Mur)



