PT Jasa Marga (Persero) Tbk Perkenalkan Fitur Baru Travoy di Indonesia International Motor Show, Jadi ‘Asisten Pribadi’ Pemudik

PT Jasa Marga (Persero) Tbk Perkenalkan Fitur Baru Travoy di Indonesia International Motor Show, Jadi ‘Asisten Pribadi’ Pemudik

VakansiInfo, Jakarta – Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan Achmad Purwantono, memperkenalkan pembaruan aplikasi Travoy dalam ajang Indonesia International Motor Show yang digelar di JIExpo Kemayoran, Senin (9/2/2026).

Rivan menegaskan, Travoy kini bukan sekadar aplikasi informasi jalan tol, melainkan telah bertransformasi menjadi “asisten pribadi” bagi pengguna jalan tol, khususnya menjelang arus mudik Lebaran 2026.

“Rasanya tidak akan lengkap kalau memasuki jalan tol Jasa Marga Group tanpa menggunakan Travoy. Fiturnya sangat lengkap, terutama dalam menyajikan informasi kepadatan jalan secara real-time,” ujar Rivan dalam konferensi pers.

Pantau Macet via Radar dan 3.500 Kamera

Berbeda dengan aplikasi navigasi berbasis pergerakan ponsel, Travoy mengandalkan data langsung dari infrastruktur milik Jasa Marga. Validasi lalu lintas dilakukan melalui radar dan 3.500 kamera CCTV yang tersebar di seluruh ruas tol.

“Validasinya persis karena kami menggunakan radar dan 3.500 kamera CCTV di seluruh ruas tol. Jadi masyarakat bisa melihat kondisi live, apakah jalur tersebut padat atau tidak,” jelasnya.

Baca Juga  Akhir Pekan di IIMS 2026 Makin Meriah: Test Drive, Atraksi Stunt, Promo Tiket hingga Konser Raisa & Bernadya

Tak hanya informasi kepadatan, Travoy juga menyediakan fitur lokasi rest area, titik SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum), hingga Panic Button untuk kondisi darurat. Melalui fitur ini, pengguna dapat memanggil bantuan patroli hanya dengan satu klik.

Menjawab keluhan soal struk transaksi tol yang kerap hilang, Travoy kini menghadirkan fitur E-Toll Receipt. Pengguna cukup mendaftarkan kartu e-toll di aplikasi, sehingga seluruh riwayat transaksi di gerbang tol Jasa Marga akan terekam secara digital.

700 Gerbang Tol Nirhenti

Jasa Marga juga terus memperluas implementasi teknologi Single Lane Free Flow (SLFF) atau gerbang tol nirhenti. Pada 2026, ditargetkan sebanyak 700 gerbang tol dapat dilalui tanpa perlu tap kartu, cukup melaju dengan kecepatan 20 km/jam menggunakan fitur Travoy GO dan stiker RFID.

Dalam kesempatan itu, Rivan memaparkan proyeksi arus mudik Lebaran 2026 yang diperkirakan mencapai 3,6 juta kendaraan. Distribusi lalu lintas diprediksi mengarah ke Timur (Trans Jawa dan Bandung) sebesar 50,4 persen, ke Barat (Merak) 28 persen, dan ke Selatan (Ciawi) 20,7 persen.

Baca Juga  United by the Road: Jeep Rayakan Loyalitas Komunitas dan Semangat Petualangan di IIMS 2026

Ia menyebut, akurasi prediksi Jasa Marga sebelumnya mencapai 90,9 persen berdasarkan evaluasi periode Nataru lalu.

4 Ruas Tol Fungsional Dibuka Gratis

Untuk memecah kepadatan, Jasa Marga menyiapkan empat ruas tol fungsional yang akan dibuka gratis selama masa Lebaran 2026:

  1. Japek II Selatan (Sadang–Sukabungah) sepanjang 54,75 km.
  2. Tol Probolinggo–Besuki sepanjang 49,6 km menuju Banyuwangi dan Bali.
  3. Tol Yogyakarta–Bawen (Bawen–Ambarawa) sepanjang 4,9 km.
  4. Tol Solo–Yogyakarta (Prambanan–Purwomartani).

“Kami ingin memastikan perjalanan mudik 2026 lebih lancar. Dengan teknologi machine learning dan AI yang kami tanam di Travoy, masyarakat bisa mengatur waktu keberangkatan dengan lebih cerdas,” tutup Rivan. (Sam)

About The Author

Pilihan Redaksi

Sebulan Jelang Mudik Lebaran, Teknologi Hybrid SHS Dinilai Jadi Opsi Paling Fleksibel Hadapi Macet dan Perjalanan Jauh

Sebulan Jelang Mudik Lebaran, Teknologi Hybrid SHS Dinilai Jadi Opsi Paling Fleksibel Hadapi Macet dan Perjalanan Jauh