Sab. Agu 30th, 2025

Kemendikbudristek Gelar Wicara Inspirasi bertajuk “Pemanfaatan Teks Multimodal Untuk Penguatan Literasi Jenjang SMA”

Kemendikbudristek Gelar Wicara Inspirasi bertajuk "Pemanfaatan Teks Multimodal Untuk Penguatan Literasi Jenjang SMA"

Vakansiinfo – Dalam Gelar Wicara Inspirasi bertajuk “Pemanfaatan Teks Multimodal Untuk Penguatan Literasi Jenjang SMA”, di presentasikan praktik baik pemodelan pembelajaran melalui Teks Multimodal yang di lakukan oleh guru dan peserta didik. Teks Multimodal merupakan teks yang memadukan teks tulis/lisan dengan gambar/animasi, dan mencakup teks, audio, serta video.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Sekolah Menengah Atas (SMA) menyelenggarakan acara ini guna menyebarluaskan informasi, meningkatkan pengetahuan, dan pemahaman publik serta pemangku kepentingan mengenai program buku bacaan bermutu.

“Acara ini di harapkan mampu menggambarkan strategi peningkatan literasi dan numerasi. Melalui pemodelan membaca dengan memanfaatkan buku bacaan bermutu dan Teks Multimodal untuk jenjang SMA. Sehingga pemodelan tersebut dapat di implementasikan dalam proses pembelajaran.” Ujar Direktur SMA Kemendikbudristek, Winner Jihad Akbar, secara daring, Jumat (28/06/2024).

Pemodelan pembelajaran melalui Teks Multimodal turut di lakukan oleh Nurani Hadimah, guru Pendidikan Pancasila di SMA Negeri 1 Saguling. Ia bersama para siswa melakukan pemodelan pembelajaran dengan sosio drama dari buku “Layur Tetaplah Berlayar”.

“Awalnya saya membaca terlebih dahulu buku tersebut. Lalu memperkenalkannya kepada peserta didik sebagai bahan pembelajaran dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Untuk memaknai nilai Pendidikan Pancasila, saya mengajak peserta didik untuk memeragakan sosio drama tentang salah satu bab dari buku tersebut. Hasilnya, pemodelan ini berhasil membuat mereka senang belajar dan memahami materi Pendidikan Pancasila.” Ungkapnya dalam acara yang berlangsung di SMA Negeri 1 Saguling, Kabupaten Bandung Barat. Dan di siarkan langsung melalui kanal YouTube Direktorat SMA.

Nurani tidak menyangka bahwa para muridnya dapat merespons baik metode pembelajaran tersebut. “Untuk membuat peserta didik senang belajar, perlu menganalisis apa yang mereka suka. Sehingga materi yang di sampaikan dapat dicerna dengan baik dan membuat suasana kelas menjadi menyenangkan. Saya berharap, apa yang saya lakukan ini dapat menginspirasi guru-guru lainnya di Indonesia guna menumbuhkan literasi membaca peserta didik.” Tambahnya.

Baca Juga  Daya Putra Bangsa Menyelesaikan Kegiatan Ramadhan Gembira dengan Membagikan 120 Paket Sembako

Pemodelan lainnya juga di praktikkan oleh Resmi Putri Sulaeman, guru Sosiologi di SMA Negeri 1 Saguling. Dalam mata pelajaran yang ia ajarkan, Resmi mengajak para muridnya untuk menganalisis makna dari lirik lagu “Jiwa Yang Bersedih”.

“Setiap murid di kelas dapat mengutarakan pendapatnya tentang lagu yang berkaitan dengan materi Sosiologi. Hasilnya, saya bersama para siswa memilih satu lagu yang sering mereka dengarkan dan menganalisis liriknya.” Ucapnya.

Menurutnya, dengan menganalisis lagu dan mengaitkannya ke materi pembelajaran, para murid menjadi lebih semangat dalam meningkatkan literasi membaca. “Metode ini sudah saya gunakan sejak tahun 2019. Selain lagu, kami juga menganalisis karya film, iklan, dan video klip musik sebagai bahan pembelajaran Sosiologi. Semoga ke depannya, sekolah kami memiliki sarana dan prasarana multimedia yang memadai sehingga para murid semakin semangat belajar dan suasana kelas semakin menyenangkan.” Tutur Resmi.

Gustian Nurzamzam, siswa kelas XI sekaligus Ketua OSIS SMA Negeri 1 Saguling, mengatakan. Bahwa metode pembelajaran yang di lakukan oleh kedua gurunya tersebut membuat rekan-rekannya di sekolah merasa senang belajar. Menurutnya, cara penyampaian materi juga mudah di cerna dan di pahami.

Baca Juga  MARIPOSA MAGICAL NIGHT: PERAYAAN NATAL DAN TAHUN BARU DI SWISS-BELRESORT DAGO HERITAGE Malam Liburan yang Penuh Keanggunan, Keceriaan, dan Gemerlap
“Salah satu mata pelajaran favorit saya adalah Sosiologi. Apa yang Bu Resmi lakukan memberi dampak positif bagi saya dan rekan-rekan dalam meningkatkan literasi membaca.” Ungkapnya.

Gustian juga menambahkan bahwa dengan banyaknya platform yang tersedia, minat literasi membaca dapat di tingkatkan. Teks Multimodal juga berpengaruh besar sehingga tidak menimbulkan rasa bosan dalam memahami materi pembelajaran.

“Semoga metode pembelajaran menggunakan Teks Multimodal dapat terus berkembang. Memahami apa yang murid sukai, merealisasikan keinginan murid, dan membuat sekolah menjadi menyenangkan.” Tutup Gustian.

Mengakhiri sesi Gelar Wicara Inspirasi, Pakar Literasi Sofie Dewayani menyampaikan apresiasinya terhadap pemodelan pembelajaran. Yang telah di implementasikan oleh guru dan murid SMA Negeri 1 Saguling untuk membuat kelas menjadi bermakna dan menyenangkan.

“Dalam pembelajaran saat ini, kita perlu memperluas sumber-sumber belajar. Sosio drama yang telah di praktikkan merupakan contoh dari Teks Multimodal. Kita perlu menghadapi, memaknai, merefleksi, serta mengevaluasi teks atau informasi yang di dapat sebagai bekal sehari-hari.” Ujarnya.

Sofie menilai bahwa lingkungan sekolah kaya akan informasi multimodal. Sehingga peserta didik harus menumbuhkan kemampuan berkomunikasi melalui Teks Multimodal. Untuk menumbuhkan kemampuan ini, di perlukan Strategi Multiliterasi yang mengolaborasikan teks dengan visual, audio, spasial, dan gestural.

“Beberapa prinsip pendekatan Multiliterasi yang dapat di gunakan antara lain, praktik kontekstual, pemodelan yang jelas, melibatkan murid berpikir kritis, dan menumbuhkan sikap reflektif.” Tutup Sofie.

(Mur)

Related Post