VakansiInfo – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif mengapresiasi penyelenggaraan Art Party 2025 sebagai bentuk kolaborasi strategis antara ekosistem seni rupa, desain, komunitas kreatif, dan industri otomotif. Ajang yang berlangsung pada 6–7 Desember 2025 di Brickhall, Fatmawati City Center Jakarta ini di nilai mampu mendorong terciptanya ekonomi baru. Sekaligus memperkuat perlindungan karya kreator melalui pendampingan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, hadir meninjau seluruh area pameran pada Sabtu (6/12/2025). Ia menyebut Art Party sebagai contoh nyata penggabungan dua industri besar yang saling melengkapi.
“Art Party membuktikan gabungan antara dunia otomotif dengan stiker-stiker lucu dapat menjadi sesuatu yang saling melengkapi. Ini adalah perkawinan dua subsektor besar yang sejalan dengan arahan Presiden mengenai pentingnya menghilangkan ego sektoral,” ujar Irene Umar saat membuka acara.
123 Tenant Terkurasi dan 170 Seniman Ramaikan Festival
Art Party 2025 menghadirkan 123 tenant terkurasi dan lebih dari 170 seniman. Mulai dari ilustrator, pembuat stiker, hingga brand independen. Festival ini menampilkan moto art show, ruang interaksi komunitas, dan berbagai aktivitas kreatif. Yang mencerminkan semakin besarnya minat publik terhadap industri seni visual.
Menurut Wamen Ekraf, kreativitas generasi muda bukan hanya menghasilkan karya, tetapi juga membentuk identitas serta kekuatan ekonomi baru bagi Indonesia.
“Anak-anak muda kita adalah culture shapers. Mereka hadir bukan hanya membawa karya, tetapi juga energi dan perspektif baru yang memperkaya industri kreatif,” tambahnya.
Booth HKI untuk Lindungi Karya Kreator
Kementerian Ekraf, melalui Direktorat Pengembangan Fasilitasi Kekayaan Intelektual, juga membuka booth konsultasi khusus HKI. Booth ini memberikan pendampingan terkait perlindungan karya, strategi HKI, dan cara menjaga keberlanjutan nilai ekonomi dari aset kreatif.
Irene Umar menegaskan pentingnya kesadaran HKI sebagai langkah profesionalisasi karya.
“Kami mengajak para kreator berdiskusi tentang HKI. Karena perlindungan karya adalah kunci daya saing kreativitas Indonesia, baik nasional maupun global,” jelasnya.
Contoh Praktik Baik Festival Kreatif Kota
Kementerian Ekraf menilai Art Party sebagai contoh praktik baik festival kreatif kota yang mampu memberikan akses pasar, peningkatan kapasitas, dan ruang kolaborasi yang inklusif. Sejalan dengan visi pembangunan ekonomi kreatif nasional, ajang ini diharapkan memperkuat jaringan komunitas kreatif Indonesia sekaligus melahirkan talenta-talenta baru yang siap bersaing di tingkat global.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Project Director & RnD Maxdecal, Nofian Hendra, serta Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Kementerian Ekraf, Dadam Mahdar yang mendampingi Wamen Ekraf.
(Mur)



