Vakansiinfo – Dalam beberapa tahun terakhir, isu lingkungan dan perubahan iklim semakin mendapat perhatian global. Berbagai negara memperkenalkan standar lingkungan yang lebih ketat, sementara konsumen juga semakin menuntut produk yang ramah lingkungan. Program seperti net zero carbon emission dan eco-labelling mendorong industri untuk berinovasi dalam menghadapi tantangan ini agar tetap kompetitif.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkomitmen untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2050. Yang sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia untuk memenuhi target Perjanjian Paris. Bahkan dengan target yang lebih ambisius sepuluh tahun lebih cepat dari target nasional, yaitu pada 2060. Kemenperin fokus pada langkah-langkah konkret untuk mempercepat transisi ke industri hijau. Seperti mendorong penggunaan teknologi ramah lingkungan, efisiensi energi, dan ekonomi sirkular di sektor industri.
Sebagai pilar utama ekonomi. Sektor industri memiliki tanggung jawab besar dalam mengurangi emisi global. Kemenperin menekankan pentingnya kontribusi sektor industri dalam mencapai target pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Melalui penerapan teknologi dan kebijakan yang relevan, serta kerjasama yang kuat.
Pada 22 Januari 2025, Kemenperin menandatangani MoU dengan UWin Resources Regeneration Inc. dan PT Petrokimia Gresik untuk proyek percontohan penggunaan teknologi penangkapan dan pemanfaatan karbon dalam industri petrokimia. Kemenperin telah mengidentifikasi sembilan subsektor industri yang menjadi prioritas dalam dekarbonisasi. Dengan fokus utama pada industri semen, pupuk, besi dan baja, serta pulp dan kertas. Yang memiliki kontribusi besar terhadap emisi karbon.
Salah satu teknologi penting yang diharapkan dapat mengurangi emisi adalah Carbon Capture Utilization (CCU). Yang memungkinkan karbon dioksida (CO2) dari proses industri di tangkap, di proses, dan di ubah menjadi produk yang berguna. Teknologi ini memungkinkan industri mengurangi emisi sambil menciptakan produk bernilai ekonomi. Kemenperin bekerja sama dengan UWin Resources untuk menerapkan teknologi CCU di PT Petrokimia Gresik. Dan berharap proyek ini bisa menjadi contoh bagi sektor industri lainnya.
Selain itu, Kemenperin juga tengah menyusun kebijakan yang mendukung penerapan teknologi rendah karbon dan konsep ekonomi sirkular, untuk membantu perusahaan mengurangi jejak karbon mereka sekaligus meningkatkan daya saing global. Penerapan konsep produksi bersih, efisiensi energi, dan simbiosis industri di kawasan industri juga menjadi bagian dari strategi dekarbonisasi yang lebih luas.
Proyek percontohan ini di harapkan tidak hanya mengurangi emisi CO2, tetapi juga mempercepat transformasi menuju industri hijau yang lebih berkelanjutan di Indonesia. Dengan kerjasama antara pemerintah, industri, dan mitra internasional, Indonesia dapat memperkuat posisinya di kancah global dan turut berperan dalam mengatasi perubahan iklim.
(Mur)