VakansiInfo – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menekankan bahwa kerja sama masif ini merupakan kebutuhan mendesak agar edukasi digital dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, dengan 220 juta pengguna internet di Indonesia, pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri tanpa dukungan multipihak.
“Literasi digital adalah PR besar. Menjangkau 220 juta pengguna internet tidak mungkin di lakukan pemerintah sendirian. Karena itu, kami membutuhkan mitra-mitra strategis yang menjadi perpanjangan tangan untuk memperluas edukasi digital di masyarakat.” Ujarnya saat acara penandatanganan MoU antara BPSDM Komdigi dan 35 mitra strategis di Jakarta, Senin (24/11/2025).
Meutya menegaskan bahwa keberhasilan literasi digital bukan semata soal teknologi, tetapi kesiapan masyarakat sebagai pengguna. Ia menyebut talenta digital sebagai “infrastruktur utama” yang harus di dukung literasi digital sebagai pelengkapnya.
Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) pada 2025 tercatat berada di angka 44,43 poin, meningkat dari 43,34 poin pada tahun sebelumnya. Meutya optimistis bahwa melalui sinergi multipihak, peningkatan indeks tersebut dapat dipercepat secara signifikan.
Ia menambahkan bahwa penandatanganan MoU ini bukan sekadar seremoni. Melainkan komitmen bersama untuk membangun masa depan ruang digital yang inklusif, aman, dan beretika. “Ini adalah gerbang menuju kerja nyata yang lebih luas, lebih inklusif, dan lebih berdampak,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPSDM Komdigi, Bonifasius Wahyu Pudjianto, menjelaskan bahwa sebagian besar kapasitas pengembangan talenta digital berada di tangan mitra. Karena itu, model kerja kolaboratif dan co-creation diperlukan agar modul, teknologi pembelajaran, dan pendekatan komunitas dapat terus beradaptasi dengan dinamika teknologi dan risiko siber yang berkembang cepat.
(Mur)



