Vakansiinfo – Kalau ngomongin musik Indonesia, rasanya gak lengkap kalau gak nyebut KLa Project. Band yang satu ini udah kayak “harta karun” di dunia musik Tanah Air. Meski udah eksis dari akhir 80-an, lagu-lagu mereka masih relate dan enak didengerin sampai sekarang. Nih, kita spill beberapa fakta menarik tentang KLa Project yang mungkin belum kamu tahu.
1. Nama KLa Itu Bukan Sekadar Nama
Banyak yang masih bingung, sebenernya “KLa” itu singkatan dari apa sih? Ternyata, KLa diambil dari nama personelnya: Katon Bagaskara (K), Lilo (L), dan Adi Adrian (A). Gabungin huruf awal mereka, jadi deh “KLa”! Simple tapi ikonik banget, ya?
2. Debut Langsung Bikin Geger
Album perdana mereka, self-titled “KLa Project” (1989), langsung meledak di pasaran. Lagu seperti Tentang Kita, Waktu Tersisa, sampai Rentang Asmara jadi anthem anak muda zaman itu. Musik mereka yang dreamy dan liriknya yang puitis bikin banyak orang baper maksimal.
3. Pelopor Musik Pop-Eksperimental di Indonesia
KLa Project dikenal berani eksperimen. Mereka gabungin pop, jazz, dan elektronik—di era di mana musik Indonesia masih kaku dengan genre-genre mainstream. Gak heran, mereka dijuluki sebagai salah satu band yang revolusioner di masanya.
4. Lirik-Liriknya Puitis Abis
Kalau kamu dengerin lagu Yogyakarta, Tak Bisa ke Lain Hati, atau Semoga, pasti langsung ngerasain lirik yang dalem banget. Ini karena Katon emang jagonya nulis lirik dengan sentuhan sastra. Gak heran, banyak yang nyebut lagu-lagu KLa kayak puisi yang dinyanyiin.
5. Masih Aktif, Masih Eksis
Walaupun sempat bongkar pasang personel, KLa Project masih aktif manggung dan punya basis fans yang loyal banget. Mereka bukan cuma nostalgia, tapi juga bukti kalau musik berkualitas gak kenal umur.
6. “Yogyakarta” Jadi Lagu Wajib Pulang Kampung
Siapa sih yang gak mellow denger Yogyakarta? Lagu ini udah jadi semacam “lagu wajib” buat orang Jogja yang lagi merantau. Saking ikoniknya, lagu ini juga sering di pakai di film, sinetron, bahkan pariwisata.
7. KLa Pro ject = Musik + Visual
Sejak awal, KLa udah mikirin konsep visual buat setiap album dan konser mereka. Mulai dari cover album yang artsy, sampai konser yang megah dan teatrikal. Mereka ngerti banget bahwa musik itu gak cuma buat didengerin, tapi juga buat dirasain secara visual.
Kesimpulannya? KLa Project bukan sekadar band nostalgia. Mereka adalah simbol bahwa musik berkualitas bisa awet dan terus relevan di hati para pendengarnya. Jadi, kalau kamu belum pernah dengerin lagu-lagu mereka, buruan deh masukin ke playlist—siapa tahu kamu jadi fans baru KLa!
(Fai)