Sab. Agu 30th, 2025

Lomba Baca Puisi Nasional 2025, Ajang Literasi yang Satukan Kata dan Rasa

Lomba Baca Puisi Nasional 2025, Ajang Literasi yang Satukan Kata dan Rasa

VakansiInfo – Memasuki bulan kemerdekaan, Jendela Puspita menggelar Lomba Baca Puisi Nasional 2025 bertema “Menyulam Aksara, Memberi Makna”. Ajang ini menjadi wadah bagi para pencinta sastra dari seluruh Indonesia untuk menyalurkan kreativitas, memperkuat jejaring literasi, dan merayakan keberagaman bahasa serta budaya.

Sejak pendaftaran di buka pada 1 Agustus 2025, antusiasme peserta meningkat tajam. Pendaftar datang dari berbagai daerah, mulai dari Jakarta, Bogor, Bandung, Medan, Pontianak, Siak, hingga Simalungun dan Gresik. Keberagaman latar belakang ini menjadi kekuatan utama lomba, menghadirkan perpaduan logat, aksen, dan perspektif yang unik di setiap penampilan.

Lomba di bagi menjadi dua kategori, yakni Pelajar serta Mahasiswa/Guru/Umum, dengan biaya pendaftaran Rp 35.000 (gratis untuk Tim Penyair Jendela Puspita). Peserta berkesempatan meraih piala, bingkisan, dan sertifikat, sekaligus pengalaman tampil di panggung literasi berskala nasional.

Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini di harapkan menjadi jembatan kolaborasi komunitas literasi, mendorong tumbuhnya minat baca, keterampilan berbahasa, dan kepercayaan diri generasi muda. Menurut panitia, manfaat terbesar dari lomba ini adalah memperkuat rasa persatuan melalui bahasa yang paling universal—bahasa rasa.

  • Pendaftaran & Pengumpulan Karya: 1–20 Agustus 2025
  • Penilaian Juri: 25–26 Agustus 2025
  • Pengumuman Pemenang: 30 Agustus 2025
Baca Juga  Lomba Mewarnai Anak Agustus 2025, Ajang Kreativitas Terbesar Se-Jabodetabek

Dengan dukungan berbagai komunitas sastra, lomba ini di harapkan melahirkan bakat-bakat baru yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Bagi yang ingin ikut, pendaftaran dapat di lakukan melalui Kak Afif (0858-8359-3095) atau Kak Okta (0812-6273-3000).

Lomba Baca Puisi Nasional 2025 bukan sekadar ajang unjuk kemampuan, tetapi momentum memperkuat jalinan kebersamaan lewat kata. Di tengah hiruk pikuk era digital, inilah panggung di mana suara hati mendapat tempat istimewa untuk di dengar dan diapresiasi.

(Red)

Related Post