Sab. Agu 30th, 2025

Mahasiswa Berbakat Tampilkan Nuansa Urban Art di BTN Indonesia Fashion Week 2025

Mahasiswa Berbakat Tampilkan Nuansa Urban Art di BTN Indonesia Fashion Week 2025

Vakansiinfo — Gelaran hari pertama BTN Indonesia Fashion Week 2025 makin meriah dengan pertunjukan koleksi bertema Urban Art dari para mahasiswa berbagai sekolah mode ternama. Bertempat di Plenary Hall, Jakarta Convention Center (JCC), para desainer muda ini menafsirkan kekayaan budaya Jakarta dalam bingkai tema besar “Ronakultura Jakarta”.

Peragaan busana ini melibatkan berbagai institusi pendidikan mode. Antara lain Immerse Fashion Academy, UIC College of Fashion, FAVOR presents Susan Budihardjo x GYD, FAVOR presents Fashion Crafty Jakarta x Meg Contemporer, Sparks Fashion Academy, LaSalle College, hingga Taylor’s University Malaysia.

Immerse Fashion Academy membuka pertunjukan dengan enam karya yang memadukan unsur zirkon klasik. Dengan siluet modern serta perpaduan material keras dan lembut. Koleksi ini terinspirasi dari sosok Joan of Arc, ikon sejarah yang melambangkan keberanian dan kekuatan perempuan. “Kami ingin menyampaikan pesan bahwa kelembutan bukan kelemahan—bahkan gaun bisa menjadi bentuk perlindungan.” Ujar Jira Chanting, Principal Immerse Fashion Academy.

Selain itu, ditampilkan pula koleksi kimono kebaya berkonsep multi-look yang menggabungkan dua budaya besar. Sebagai simbol ekspresi perempuan modern yang tetap menghargai akar budaya.

UIC College of Fashion menampilkan koleksi bertema The Spirit of Keraton Jogjakarta dengan siluet eksperimental dan eksplorasi tekstil mendalam. “Lewat delapan desainer muda, kami hadirkan karya yang menggabungkan imajinasi global dengan identitas lokal.” Kata Niluh Aimee Sukesna, Head of Campus UIC College of Fashion. Ia menambahkan bahwa IFW adalah ruang kontemplatif untuk mengekspresikan warisan budaya dalam konteks masa kini.

Baca Juga  Dari Daerah Pesisir, Kelezatan Bandeng Presto Sampai ke Perkotaan

FAVOR presents Susan Budihardjo x GYD menghadirkan koleksi preppy dengan sentuhan edgy. Didominasi warna-warna lembut seperti lilac dan broken white, dengan aksen fuchsia dan lime green. “Koleksi ini mencerminkan karakter anak-anak yang lahir di era digital; enerjik, cerdas, kritis, dan sangat akrab dengan teknologi.” Ungkap Agied Derta dari Susan Budihardjo Fashion Forward Institute.

Sementara itu, FAVOR presents Fashion Crafty Jakarta x Meg Contemporer membawakan koleksi “Heritage Reimagined” yang mengusung semangat pelestarian budaya dengan pendekatan kontemporer. “Saya ingin memperbarui warisan budaya tanpa menghilangkan nilai tradisinya,” ujar desainer Megasandra.

Dari Taylor’s University Malaysia, para mahasiswa menghadirkan busana dengan pendekatan lintas budaya yang dinamis dan elegan, mencerminkan harmoni dalam keberagaman.

Sparks Fashion Academy (SFA) hadir dengan tema Inheritance Soul yang menyoroti transformasi budaya melalui eksplorasi kain tradisional dan warna-warna bumi seperti cokelat tanah dan merah bata. “Ajang seperti ini sangat penting sebagai sarana memperkenalkan karya siswa sekaligus menjadi uji pasar,” kata Elissa C Haryanto, Head of Academic SFA.

Baca Juga  Siswa Sampoerna Academy Catat Puluhan Prestasi Bergengsi pada Semester Pertama Tahun Ajaran 2024/2025

Sebagai penutup, LaSalle College menampilkan koleksi bertajuk Hybrid dan Spectra yang mengangkat wastra Timor. Proses kreatifnya melibatkan riset langsung ke Kupang dan daerah timur Indonesia. “Ronakultura Jakarta sebagai titik temu budaya menjadikan karya kami lebih berkarakter dan berakar kuat,” tutur Shinta Djiwatampu, pengajar LaSalle College.

Dengan keberagaman pendekatan dan tema, peragaan ini membuktikan bahwa para desainer muda siap membawa warisan budaya menuju ranah mode yang lebih segar dan relevan.

(Sam)

Related Post