VakansiInfo – Manchester City menjamu Wolverhampton Wanderers di Etihad Stadium dengan satu misi jelas: mengamankan tiga poin. Tak ada ambisi pamer dominasi berlebihan, tak pula kebutuhan mencetak banyak gol. Sejak peluit awal dibunyikan, City menunjukkan bahwa laga ini akan mereka jalani dengan cara yang terkontrol.
City langsung mengambil alih penguasaan bola. Sirkulasi cepat, posisi antarlini rapat, dan Wolves dipaksa bertahan sejak menit-menit awal. Tekanan itu membuahkan hasil cepat. Baru enam menit berjalan, Matheus Nunes mengirim umpan silang dari sisi kanan. Tanpa kontrol berlebihan, Omar Marmoush menyambutnya dengan tendangan voli untuk membuka keunggulan 1–0.
Gol cepat tersebut tidak membuat tempo meningkat. Sebaliknya, City justru menurunkan ritme permainan. Mereka tetap mendominasi bola, namun dengan pendekatan yang lebih sabar dan aman. Wolves pun tidak gegabah mengejar. Tim tamu memilih bertahan rendah, menutup ruang di tengah, dan sesekali mencoba keluar lewat garis tinggi—yang beberapa kali berakhir dengan offside.
Pertandingan kemudian berjalan layaknya permainan catur. City memutar bola, Wolves membaca arah. Peluang tetap ada, tetapi tidak datang bertubi-tubi. Marmoush sempat hampir menggandakan keunggulan ketika sepakannya membentur tiang. VAR sempat meninjau potensi penalti di sekitar menit ke-35, namun wasit memutuskan laga tetap berlanjut tanpa perubahan.
Saat babak pertama tampak akan berakhir dengan keunggulan tipis, City kembali menemukan celah. Pada menit 45+2, Bernardo Silva mengirim umpan dari half-space yang disambut Antoine Semenyo dari lini kedua. Tendangan kaki kirinya membawa City unggul 2–0 hingga turun minum.
Babak kedua berjalan dengan pola serupa. City tetap mengendalikan permainan dengan sekitar 64 persen penguasaan bola, namun tidak memaksakan tempo. Wolves mencoba tampil lebih berani dan mendapatkan beberapa tendangan sudut, tetapi kesulitan menciptakan peluang bersih. Di sisi lain, City juga tidak terlalu agresif menambah gol. Mereka fokus menjaga struktur permainan dan membiarkan waktu berjalan.
Pergantian pemain yang dilakukan Pep Guardiola lebih ditujukan untuk menjaga keseimbangan tim, bukan mengubah arah laga. Jeremy Doku sempat memberi ancaman lewat akselerasinya di sisi kiri sebelum akhirnya harus ditarik karena cedera di menit-menit akhir. Selebihnya, pertandingan berjalan tenang tanpa drama berarti.
Pendekatan ini terasa kontras jika dibandingkan dengan laga Liga Champions beberapa hari sebelumnya, saat City kalah 1–3 dari Bodø/Glimt akibat hilangnya kontrol di momen-momen krusial. Melawan Wolves, City memilih jalur berbeda: tidak spektakuler, tetapi rapi dan efisien.
Peluit panjang pun berbunyi. Manchester City menang 2–0 atas Wolverhampton Wanderers, lewat gol Marmoush (6’) dan Semenyo (45+2’).
City mengamankan tiga poin penting dan menjaga posisi di papan klasemen. Bukan dengan ledakan performa, melainkan dengan kontrol, ketenangan, dan keputusan untuk tidak membuka celah.
Hasil Pertandingan Liga Inggris Lainnya:
- West Ham United 3–1 Sunderland AFC
- Burnley 2–2 Tottenham Hotspur
- Fulham 2–1 Brighton & Hove Albion. (Acil)



