Sab. Agu 30th, 2025

Menkomdigi Meutya Hafid Ajak Masyarakat Perangi Cyberbullying Lewat Literasi Digital dan Edukasi

Menkomdigi Meutya Hafid Ajak Masyarakat Perangi Cyberbullying Lewat Literasi Digital dan Edukasi

VakansiInfo – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersatu melawan maraknya praktik perundungan siber (cyberbullying) yang semakin banyak menimpa anak-anak dan remaja di dunia digital.

Dalam acara pemutaran perdana terbatas film edukatif berjudul Cyberbullying di Jakarta pada Jumat (04/07/2025). Meutya menyampaikan pentingnya peran literasi digital dan edukasi publik. Sebagai langkah utama untuk mencegah dampak negatif jangka panjang dari kekerasan verbal yang terjadi secara daring.

“Masyarakat harus sadar bahwa cyberbullying adalah perilaku yang tidak benar dan melanggar hukum. Dengan kesadaran ini, diharapkan masyarakat mau mengoreksi perilaku tersebut,” jelas Meutya Hafid.

Ia menegaskan bahwa meskipun bentuk kekerasan tersebut terjadi di dunia maya, dampaknya terhadap kondisi emosional dan psikologis anak-anak sangat serius.

“Sering kali cyberbullying terlihat sepele, namun sebenarnya bisa berdampak besar terhadap kondisi mental anak-anak dan remaja,” tegasnya.

Lebih lanjut, Meutya menyampaikan bahwa berdasarkan data yang di himpun. Uekitar 48 persen anak yang menggunakan internet mengaku pernah mengalami perundungan secara online, yang menunjukkan betapa seriusnya persoalan ini.

Untuk itu, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terus melakukan berbagai upaya dalam menangani cyberbullying. Termasuk dengan memblokir konten-konten yang mengandung unsur perundungan di media sosial. Namun demikian, Meutya mengakui bahwa banyak kasus justru terjadi di ruang-ruang komunikasi privat. Seperti grup pertemanan, sehingga menyulitkan proses deteksi.

Baca Juga  Robot Gedeg Bocah 3 Tahun, 1 Misi, dan Sekawanan Domba Tak Berdosa

“Banyak kasus cyberbullying terjadi di ruang privat, seperti grup pesan singkat. Hal ini membuat deteksinya menjadi lebih sulit meskipun secara teknologi tetap memungkinkan,” tambahnya.

Sebagai solusi jangka panjang, Komdigi terus memperkuat program literasi digital yang di tujukan bagi kalangan pelajar, guru, dan orang tua, agar semakin banyak pihak yang memahami bahaya dan cara mencegah perundungan di dunia maya.

Meutya juga memberikan apresiasi kepada DL Entertainment atas peluncuran film Cyberbullying yang mengangkat isu ini secara mendalam, terutama dari sudut pandang anak-anak dan remaja.

“Kami sangat mendukung hadirnya film-film yang membawa pesan edukatif tentang kejahatan digital seperti cyberbullying. Ini langkah positif yang harus terus diperluas,” ujarnya.

Ia berharap film ini bisa menjadi sarana edukasi yang menjangkau lebih banyak masyarakat, tidak hanya di Jakarta tetapi juga di berbagai kota dan daerah di seluruh Indonesia, baik melalui jaringan bioskop lokal maupun platform digital.

“Kita butuh tayangan seperti ini, dan harapannya bisa ditayangkan lebih luas agar semakin banyak yang teredukasi tentang bahayanya cyberbullying,” tutup Meutya Hafid.

Baca Juga  Aktor Yang Lupa Cara Berhenti

(Mur)

Related Post