VakansiInfo, Jakarta – Kemacetan panjang di gerbang tol saat arus mudik dan arus balik Lebaran kerap jadi masalah tahunan. Salah satu penyebab utamanya adalah saldo e-toll yang tidak mencukupi, sehingga pengendara harus melakukan top up di tempat dan memicu antrean panjang.
Pengamat transportasi dari Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan, Anton Budiharjo, menilai teknologi Multi Lane Free Flow (MLFF) bisa menjadi solusi efektif untuk mengatasi persoalan ini.
Menurutnya, sistem pembayaran tol konvensional yang masih mengandalkan kartu e-toll membuat kendaraan harus berhenti untuk melakukan transaksi. Proses ini rata-rata memakan waktu 4–5 detik per kendaraan, bahkan bisa lebih lama jika terjadi kendala seperti saldo kurang.
“Ketika banyak pengguna harus top up di gerbang tol, waktu layanan jadi tidak menentu dan antrean bisa mengular panjang,” jelasnya.
Berbeda dengan sistem lama, MLFF memungkinkan kendaraan melintas tanpa harus berhenti. Teknologi ini menggunakan sistem nirsentuh berbasis GNSS, RFID, atau ANPR yang terhubung langsung ke sistem pembayaran otomatis. Dengan begitu, kendaraan bisa tetap melaju tanpa hambatan di gerbang tol.
Dampaknya, waktu transaksi mendekati nol dan antrean di gerbang tol dapat dihilangkan secara signifikan, terutama saat volume kendaraan meningkat drastis seperti pada musim mudik.
Data dari Jasa Marga menunjukkan bahwa selama periode mudik Lebaran 2026, terdapat sekitar 21 ribu kendaraan atau 4,9% dari total 442 ribu kendaraan di Gerbang Tol Kalikangkung yang mengalami kekurangan saldo e-toll. Kondisi ini turut memperparah kemacetan akibat proses top up di lokasi.
Ke depan, penerapan MLFF diharapkan mampu meningkatkan kelancaran arus lalu lintas sekaligus mengurangi ketergantungan pada transaksi manual di gerbang tol.
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo memastikan bahwa proyek MLFF masih terus berjalan. Meski sempat menghadapi kendala teknis dan koordinasi lintas pihak, pemerintah tetap melanjutkan tahap pengujian sebelum implementasi lebih luas.
Dengan sistem ini, perjalanan di jalan tol di masa depan diharapkan menjadi lebih cepat, efisien, dan bebas antrean. (Eff)



