VakansiInfo, Bogor – Rangkaian acara “Ngebuburit Bareng AHY” di Kota Bogor berlangsung meriah dan penuh interaksi bersama anak muda. Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus dialog terbuka antara pemerintah dan generasi muda.
Staf Khusus Menko Infrastruktur, Jovan Latuconsina, menjelaskan bahwa kegiatan dimulai sejak siang hari dengan agenda yang cukup padat.
“Alhamdulillah hari ini sudah selesai rangkaian acara ngebuburit bareng Mas AHY. Sejak pukul 14.00 WIB beliau berangkat dari Jakarta dan tiba sekitar pukul 15.00 WIB di kawasan Botani Mall Square Bogor,” ujar Jovan.
Setibanya di Bogor, rombongan yang dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono berganti kendaraan menggunakan Vespa dan melakukan riding bersama melintasi sejumlah titik di Kota Bogor. Rute dimulai dari pintu tol menuju kawasan lingkar Istana Bogor, kemudian singgah di Balai Kota.
Dalam kesempatan tersebut, rombongan juga menyerahkan bantuan sosial kepada Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) se-Bogor Raya. Sebanyak 600 paket bingkisan didistribusikan melalui para camat, dengan masing-masing kecamatan menerima 100 paket.
Usai kegiatan sosial, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Lapangan Sempur. Di lokasi ini, AHY menyapa masyarakat yang tengah berolahraga, mulai dari pelari, pemain basket, hingga atlet panjat tebing yang mewakili Kota Bogor.

Dialog Santai di Kafe
Rangkaian kegiatan ditutup dengan dialog interaktif bersama Gen Z dan Milenial di sebuah kafe di Bogor. Menurut Jovan, pemilihan lokasi santai dilakukan agar komunikasi berjalan lebih cair.
“Kita kembali ke naturenya. Gen Z dan Milenial itu anak muda. Kalau diajak rapat resmi di kantor dewan atau kementerian, pendekatannya berbeda. Kita memilih jemput bola, datang ke ruang-ruang yang mereka sukai,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pendekatan harus mengikuti keseharian anak muda, mulai dari nongkrong di kafe, aktivitas komunitas, hingga ngabuburit dan olahraga.
Gen Z dan Milenial Harus Melek Politik
Dalam dialog tersebut, Jovan menekankan pentingnya partisipasi politik generasi muda. Menurutnya, Gen Z dan Milenial merupakan kelompok pemilih terbesar dalam beberapa tahun ke depan.
“Gen Z dan Milenial tidak boleh buta politik. Gabungan keduanya saat ini jumlahnya sudah lebih dari 50 persen. Mereka adalah penerus bangsa dan harus melek terhadap isu-isu kebangsaan,” tegasnya.
Ia berharap kehadiran pemimpin muda di pemerintahan dapat menjadi inspirasi sekaligus jembatan aspirasi anak muda. Namun, Jovan menilai mayoritas generasi muda sebenarnya tidak apatis terhadap politik, melainkan membutuhkan ruang untuk didengar.
“Pesan yang sering saya dengar dari mereka sederhana: jangan hanya ingin didengar, tapi dengarkan kami juga. Maka pendekatannya harus dua arah,” ujarnya.
Kegiatan “Ngebuburit Bareng AHY” di Bogor diharapkan menjadi awal dari rangkaian acara serupa di berbagai daerah, sebagai upaya memperkuat keterlibatan generasi muda dalam pembangunan dan kehidupan politik nasional. (Mur)
