VakansiInfo, Jakarta – Upaya mendorong keterlibatan generasi muda dalam menghadapi krisis iklim terus digencarkan. Salah satunya melalui kegiatan Y4SDGS Roadshow bertajuk “Integrasi Nilai-Nilai Islam dalam Inovasi Penanganan Krisis Iklim” yang digelar di Auditorium FIP Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Senin (6/4/2026).
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara 2030 Youth Force Indonesia dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMJ, yang bertujuan menanamkan kesadaran sekaligus mendorong aksi nyata mahasiswa dalam merespons isu perubahan iklim melalui pendekatan berbasis nilai keislaman.
Diskusi menghadirkan Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat UMJ, Dr. Ernyasih, SKM, MKM, serta sustainability advocate, Imam Pesuwaryantoro. Dalam pemaparannya, Dr. Ernyasih menekankan bahwa ajaran Islam sejatinya telah memuat prinsip-prinsip keberlanjutan yang relevan dengan kondisi krisis iklim saat ini.
Menurutnya, konsep khalifah fil ardh menempatkan manusia sebagai penjaga bumi yang memiliki tanggung jawab moral dan spiritual untuk merawat lingkungan. Ia menegaskan bahwa isu perubahan iklim tidak semata persoalan ekologis, tetapi juga menyangkut nilai etika dan tanggung jawab bersama.
Lebih lanjut, ia menggarisbawahi pentingnya penerapan nilai-nilai seperti mizan (keseimbangan), larangan israf (berlebih-lebihan), serta kepedulian sosial sebagai landasan dalam menciptakan inovasi yang berkelanjutan.
Dr. Ernyasih juga menyoroti dampak nyata krisis iklim terhadap kesehatan masyarakat, mulai dari meningkatnya penyakit berbasis lingkungan hingga ancaman terhadap kualitas hidup manusia.
Sementara itu, Imam Pesuwaryantoro mengajak mahasiswa untuk tidak berhenti pada tahap kesadaran, tetapi melangkah ke aksi konkret. Ia menilai generasi muda memiliki potensi besar dalam menciptakan solusi inovatif berbasis konsep keberlanjutan.
Diskusi berlangsung dinamis dengan partisipasi aktif mahasiswa lintas fakultas. Antusiasme peserta mencerminkan meningkatnya kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya peduli terhadap krisis iklim, tetapi juga mampu menghadirkan solusi inovatif yang berakar pada nilai-nilai Islam. (Eff)



