
VakansiInfo, Jakarta – Lampu studio perlahan menyala. Tak ada tepuk tangan meriah, yang terdengar justru isak tangis pelan. Beberapa penonton terlihat menyeka mata, sebagian lain diam memandangi layar, seolah belum siap kembali ke dunia nyata. Suasana haru itu menutup Special Screening film drama keluarga Titip Bunda di Surga-Mu.
Film yang akan tayang di bioskop mulai 26 Februari 2026 ini sukses mengaduk emosi sejak menit pertama. Bukan hanya soal konflik keluarga, tetapi juga rasa bersalah, rindu, dan cinta yang sering terlambat diucapkan.
Momen pemutaran perdana terasa semakin istimewa dengan kehadiran Dr. Aisah Dahlan, dokter sekaligus praktisi neuroparenting yang dikenal luas sebagai rujukan banyak keluarga Indonesia. Bersama Meriam Bellina, Acha Septriasa, produser Dono Indarto, hingga penulis sekaligus pemain Zora Vidyanata, ia menyaksikan langsung bagaimana film ini menjadi ruang refleksi tentang hubungan orang tua dan anak.
Menurut Dr. Aisah, film ini bukan sekadar tontonan, melainkan pelajaran parenting yang nyata.
“Film Titip Bunda di Surga-Mu sangat penting untuk ditonton keluarga. Banyak pelajaran tentang komunikasi, cara menyampaikan rasa sayang, dan bagaimana keluarga menghadapi konflik,” ujarnya. Ia menilai film ini berhasil memotret realitas keluarga modern dengan jujur dan hangat.
Cerita berpusat pada tiga bersaudara yang terhimpit masalah ekonomi dan luka batin terhadap orang tua. Keputusan nekat mereka merencanakan pencurian warisan justru menyeret pada konsekuensi besar yang mengubah cara pandang mereka tentang arti keluarga.
Kesederhanaan ceritanya terasa begitu dekat. Salah satu penonton bahkan mengaku ingin langsung menelepon ibunya setelah film berakhir. “Kadang kita terlalu sibuk sampai lupa bilang sayang,” katanya lirih.
Dibintangi Meriam Bellina, Ikang Fawzi, Acha Septriasa, Kevin Julio, Abun Sungkar, hingga Asri Welas, film ini seperti pengingat lembut untuk pulang—pulang pada keluarga, pada pelukan ibu, pada cinta yang sering kita tunda.
Menjelang Ramadan dan Lebaran, Titip Bunda di Surga-Mu terasa seperti ajakan sederhana: jangan tunggu kehilangan untuk belajar menghargai. (Mur)
