Vakansiinfo – Sekretaris Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Arif Rahman Hakim, mengungkapkan bahwa bulan Ramadan menjadi waktu yang sangat penting bagi pengusaha UMKM, khususnya di sektor kuliner, untuk meraup keuntungan. Ia mencontohkan fenomena viral warung takjil pada tahun lalu yang membantu banyak pelaku UMKM kuliner meningkatkan penghasilan mereka.
Arif berharap, pada Ramadan 2025, pengusaha UMKM dapat memanfaatkan momentum ini. Dengan mengakses berbagai kemudahan yang di sediakan pemerintah. Seperti izin usaha, legalitas, alokasi di area publik, serta dukungan pendanaan. “Pemerintah hadir untuk memastikan pengusaha UMKM dapat berjualan dengan aman dan nyaman. Serta menjaga kualitas produk yang dijual agar aman untuk konsumsi,” ujarnya.
Dengan dukungan tersebut, Arif optimis bahwa pengusaha UMKM bisa lebih mudah berjualan dan meningkatkan penjualannya selama bulan puasa. Data dari Bank Indonesia menunjukkan bahwa Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) meningkat menjelang Ramadan. Yang memberikan optimisme bagi UMKM untuk memperoleh pendapatan lebih.
Di sektor kuliner, terdapat sekitar 2,9 juta pengusaha yang bergerak di bidang ini di Indonesia. Menurut data Kementerian Perindustrian, industri makanan dan minuman tercatat tumbuh sebesar 5,82% pada triwulan III 2024, di atas pertumbuhan PDB nasional, yang berkontribusi 40,17% terhadap PDB industri pengolahan nonmigas.
Sementara itu, menurut kajian Zahra Kemala Nindita Murad, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, perputaran uang selama Ramadan bagi UMKM seringkali datang dari momen buka puasa, yang biasanya menjadi ajang berkumpulnya kerabat, teman, dan mitra bisnis.
Contohnya adalah usaha pempek “Pempek Nyai” milik Farida di Sukabumi. Sejak 2019, usahanya mengalami peningkatan omzet hingga tiga kali lipat saat Ramadan, meskipun pempek bukan makanan khas Sukabumi. Farida menyebutkan bahwa pempek kini menjadi salah satu kudapan favorit untuk berbuka puasa dan hampers lebaran.
Serupa dengan Pempek Nyai, pengusaha kuliner lainnya, Sammy, CEO Lawless Burgerbar Asia, juga merasakan peningkatan penjualan pada bulan Ramadan, meski tidak signifikan. Ia mengatakan penjualan cenderung lebih baik pada minggu kedua Ramadan, setelah orang-orang lebih banyak berbuka puasa di luar, terutama setelah Idulfitri. Sammy menambahkan, persiapan untuk Ramadan tahun ini meliputi menu spesial dan paket buka puasa untuk keberagaman, serta memastikan kesiapan outlet.
Dengan pengalaman dan persiapan matang, baik Farida maupun Sammy berharap dapat terus meraih cuan melalui momen Ramadan yang penuh potensi bagi UMKM.
(Mur)