VakansiInfo – Bagi para pecinta kuliner Nusantara, tentu sudah tidak asing dengan berbagai hidangan tradisional khas daerah. Namun, masih banyak masyarakat yang sering bingung membedakan Doclang Bogor dan Docang Cirebon. Meskipun namanya mirip, kedua kuliner ini memiliki ciri khas, rasa, dan sejarah yang berbeda.
Doclang: Sarapan Legendaris dari Bogor
Doclang merupakan salah satu kuliner legendaris Bogor yang umumnya dinikmati saat sarapan pagi. Jika kamu berada di sekitar Bogor, menemukan penjual Doclang sangat mudah, bahkan beberapa penjual tetap buka hingga malam hari.
Hidangan ini mirip dengan kupat tahu atau ketoprak, terdiri dari potongan ketupat, tahu, kentang, dan tambahan telur yang disiram dengan bumbu kacang. Tak lupa, kerupuk menambah kerenyahan pada sajian ini. Doclang memiliki kandungan karbohidrat tinggi dan rasa yang kaya, membuatnya sangat cocok sebagai menu sarapan yang mengenyangkan.

Docang: Kuliner Legendaris Khas Cirebon
Berbeda dengan Doclang, Docang adalah hidangan khas Cirebon yang memiliki sejarah panjang, bahkan di sebut sudah ada sejak era Wali Songo. Menurut catatan Disbudpar Kota Cirebon, docang di kenal sejak abad ke-15.
Awalnya, docang di buat oleh sekelompok orang yang ingin menguji Wali Songo dengan menambahkan racun. Anehnya, racun tersebut tidak berpengaruh, dan para Wali Songo justru menyukai hidangan ini.
Nama docang sendiri berasal dari singkatan godogan kacang, yang berarti air rebusan kacang yang di haluskan. Ada juga versi lain yang menyebut docang berasal dari bahasa Cirebon: bodo (baceman) dari oncom dan kacang hijau yang di jadikan tauge.
Hidangan docang terdiri dari lontong, irisan sayur-sayuran, dan parutan kelapa, yang kemudian di siram dengan kuah oncom. Sayuran yang di gunakan antara lain daun singkong, daun pepaya, dan tauge yang sudah di rebus. Remasan kerupuk putih selalu melengkapi sajian docang. Sama seperti Doclang, docang biasanya dinikmati pagi hari, meskipun beberapa penjual juga menjualnya hingga siang atau malam.
Kesimpulan:
- Doclang Bogor: Berbahan ketupat, tahu, kentang, telur, dan bumbu kacang. Fokus pada rasa manis-gurih, cocok untuk sarapan.
- Docang Cirebon: Berbahan lontong, sayuran, parutan kelapa, dan kuah oncom. Kaya sejarah, cita rasa gurih dan unik, cocok untuk sarapan maupun santapan ringan lainnya.
Dengan mengenal kedua kuliner ini, kita bisa lebih menghargai keanekaragaman kuliner tradisional Nusantara dan mencoba setiap kelezatannya sesuai asal daerahnya.
(Ati)



