Sab. Agu 30th, 2025

Periksa Mata Sejak Dini, Temukan Solusi Tepat untuk Penglihatan yang Lebih Baik

Periksa Mata Sejak Dini, Temukan Solusi Tepat untuk Penglihatan yang Lebih Baik

VakansiInfo – Bagi Aira, remaja 13 tahun, masalah penglihatan bukan sekadar soal angka minus di kacamata. Sejak SD, ia sudah bergantung pada kacamata untuk melihat jelas. Minusnya terus bertambah hingga mencapai -4.75, dengan silinder 3.75 di kedua mata.

Kebiasaan screen time yang tinggi, terutama saat pandemi COVID-19, mempercepat kenaikan minus dan silinder. Apalagi Aira gemar membaca buku dalam waktu lama. Perlahan, ia mulai kesulitan membaca papan tulis di sekolah, sering memicingkan mata, dan merasa tidak nyaman saat berpindah fokus dari jarak jauh ke dekat.

“Kalau di kelas, kadang buram kalau lihat papan tulis. Harus agak maju atau memicingkan mata supaya bisa jelas,” ungkapnya.

Perubahan besar terjadi setelah Aira memulai terapi Ortho-K di VIO Optical Clinic. Ortho-K adalah lensa kontak khusus yang di gunakan saat tidur untuk membentuk kornea mata sehingga penglihatan menjadi jernih di siang hari tanpa kacamata. Dalam waktu seminggu, minus Aira turun menjadi -2.00 dan silindernya berkurang menjadi -1.50, penurunan sekitar 50%.

Baca Juga  58% Anak Sekolah di Bandung Mengalami Mata Minus Tinggi! VIO Optical Clinic menggelar “PERMADANI”: Periksa Mata dari Dini untuk Mencegah Mata Minus pada Anak

“Sekarang kalau belajar di kelas penglihatannya jauh lebih jelas. Aktivitas sehari-hari juga terasa lebih bebas karena nggak harus bergantung penuh sama kacamata,” tambahnya dengan senyum lega.

Cerita seperti Aira bukanlah kasus langka. Berdasarkan data pemeriksaan di VIO Optical Clinic Bogor, kelainan refraksi masih menjadi masalah kesehatan mata terbesar di Indonesia. Di Bogor sendiri, angka pemeriksaan mata anak usia sekolah masih rendah, hanya 37% yang sudah menjalani pemeriksaan mata.

Yang lebih mengkhawatirkan, dari jumlah tersebut, 58% anak terdeteksi sudah memiliki minus tinggi saat pertama kali di periksa. Minus tinggi pada anak bukan hanya soal ketebalan kacamata. Kondisi ini meningkatkan risiko komplikasi penglihatan di masa depan, termasuk retina robek dan glaukoma, yang bisa berujung pada penurunan kualitas hidup.

Melihat tingginya angka kasus tersebut, VIO Optical Clinic menggagas kampanye PERMADANI (Periksa Mata dari Dini). Kampanye ini mengajak orang tua untuk rutin memeriksakan mata anak, bahkan saat anak belum mengeluhkan masalah penglihatan.

Menurut eyecare professional VIO Optical Clinic, pemeriksaan mata secara rutin dapat membantu mendeteksi gangguan sejak dini, sehingga penanganannya bisa lebih efektif dan risiko jangka panjang dapat diminimalkan.

Baca Juga  VIO Optical Clinic Dukung World Sight Day 2024: “Children, Love Your Eyes” dengan Solusi Terapi Ortho-K untuk Mata Sehat Anak Indonesia

Di VIO Optical Clinic, pemeriksaan dilakukan melalui Vision Check Up Lengkap, bukan hanya mengukur minus, tetapi juga mencakup serangkaian tes untuk mengevaluasi kesehatan mata secara menyeluruh. Hasil pemeriksaan menjadi dasar solusi yang tepat, mulai dari kacamata khusus, terapi Ortho-K, hingga program Myopia Control Management.

Salah satu teknologi unggulan adalah MyoCheck Prediction yang mengukur panjang bola mata untuk memprediksi potensi kenaikan minus di masa depan. Informasi ini membantu orang tua dan dokter menyusun rencana pencegahan yang lebih terarah.

“Kami ingin mengubah pola pikir masyarakat bahwa periksa mata itu bukan hanya saat sudah kabur, tapi sejak dini untuk mencegah masalah yang lebih besar,” jelas dr. Drasthya Zarisha, Sp.M, spesialis mata di VIO Optical Clinic Bogor.

(Mur)

Related Post