Vakansiinfo – PT PLN (Persero) mencatat lonjakan signifikan dalam penggunaan kendaraan listrik di Indonesia, terutama terlihat dari peningkatan tajam transaksi pengisian daya. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengungkapkan. Bahwa selama periode Lebaran tahun ini, jumlah transaksi charging kendaraan listrik melonjak hingga lima kali lipat di bandingkan tahun sebelumnya. Hal ini di sampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII DPR RI pada Rabu (14/05/2025).
Merespons tren tersebut, PLN mengembangkan dua strategi utama. Pertama, melakukan kerja sama dengan produsen kendaraan listrik untuk memberikan layanan kelistrikan secara langsung kepada konsumen saat pembelian kendaraan. “Begitu ada transaksi penjualan, kami menjemput bola untuk memasang penguatan sistem kelistrikan untuk home charging,” jelas Darmawan.
Strategi kedua adalah perluasan jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di berbagai lokasi strategis. Langkah ini bertujuan menjamin ketersediaan fasilitas pengisian daya yang memadai demi kenyamanan para pengguna kendaraan listrik di seluruh Indonesia.
Executive Vice President Corporate Communication & TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, menyampaikan bahwa hingga Mei 2025, PLN telah mengoperasikan 3.862 SPKLU di seluruh Tanah Air. Tahun ini, PLN menargetkan penambahan 1.600 unit SPKLU dengan menggandeng mitra dari berbagai sektor, termasuk pemilik lahan, penyedia charger, serta pelaku usaha swasta melalui sistem kemitraan.
“PLN siap bekerja sama dengan semua pihak untuk mendorong pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia,” kata Greg.
Sepanjang tahun 2024, PLN mencatat peningkatan SPKLU sebesar 299%, dari 1.081 unit pada 2023 menjadi 3.233 unit di tahun berikutnya. Jumlah layanan Home Charging Services (HCS) juga melonjak 302%, dari 9.393 unit menjadi 28.356 unit. Tak hanya itu, jumlah Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) juga meningkat menjadi 9.956 unit pada 2024, memperkuat fondasi ekosistem kendaraan listrik nasional.
(Mur)