VakansiInfo – Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan bahwa guru merupakan pilar terpenting dalam pembangunan nasional. Hal tersebut disampaikan pada Puncak Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di Indonesia Arena, Jakarta. Dalam kesempatan ini, Presiden juga menyerahkan Anugerah Guru Indonesia 2025 kepada tiga pendidik inspiratif dari berbagai daerah.
Presiden Prabowo menekankan bahwa pendidikan yang kuat dan merata adalah syarat utama untuk membawa Indonesia menuju kemajuan.
“Guru adalah tonggak paling penting dalam pembangunan bangsa ini. Melalui pendidikan, kita bisa menjadi negara yang benar-benar merdeka dan maju,” tegas Presiden.
Apresiasi Mendikdasmen Abdul Mu’ti
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Presiden untuk kedua kalinya dalam peringatan HGN.
Menurutnya, hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta kesejahteraan guru.
“Ini bentuk konsistensi kita bersama dalam meningkatkan kualitas dan kesejahteraan guru sebagai aktor utama memajukan pendidikan,” ujar Mu’ti.
Pemerintah, lanjutnya, terus memperluas akses peningkatan kompetensi guru dan memperkuat ekosistem pembelajaran nasional.
Anugerah Guru Indonesia 2025: Tiga Pendidik Inspiratif
Puncak HGN 2025 menjadi momentum apresiasi terhadap guru-guru yang menunjukkan inovasi dan dedikasi tinggi. Tahun ini, tiga tokoh pendidik menerima Anugerah Guru Indonesia:
1. Syifa Urrachmah – SLB Negeri Banda Aceh
Syifa mengembangkan program Komputer Bicara (Kombira) yang memungkinkan peserta didik tunanetra mengoperasikan komputer secara mandiri melalui software pembaca layar.
Program tersebut meningkatkan kompetensi siswa tunanetra dan memperluas akses teknologi. Syifa juga bekerja sama dengan Pertuni Aceh untuk membuat modul braille bagi pengguna Kombira.
2. Umi Salamah – PKBM Tunas, Banyumas
Pendiri PKBM Tunas ini telah puluhan tahun menjadikan rumahnya sebagai pusat belajar masyarakat yang belum pernah mengenyam pendidikan formal. Ia mengajarkan baca-tulis dari dasar dan menjadi penggerak pembelajaran sepanjang hayat di komunitasnya.
3. Koko Triantoro – SDN Embacang Lama, Musi Rawas Utara
Selama 10 tahun mengajar di wilayah 3T, Koko menggagas program Zero Litteracy untuk memberantas buta baca melalui modul pembelajaran sistem grading yang disusun bersama guru lokal. Program ini mendapat pengakuan di Jambore GTK 2024.
Komitmen Pemerintah untuk Transformasi Pendidikan Nasional
Peringatan Hari Guru Nasional 2025 menegaskan kembali peran penting guru dalam transformasi pendidikan. Dengan dukungan kebijakan dan penguatan ekosistem pembelajaran, pemerintah menargetkan kualitas pendidikan Indonesia semakin:
- inklusif
- adaptif
- merata
- responsif terhadap kebutuhan masa depan
Acara puncak ini juga menjadi simbol penghormatan negara kepada para guru sebagai penjaga peradaban dan pembangun masa depan bangsa.
(Mur)


