Sab. Agu 30th, 2025

Ratu & Putri Kebaya 2025 Tegaskan: Kebaya Adalah Hak Setiap Perempuan Indonesia

Ratu & Putri Kebaya 2025 Tegaskan: Kebaya Adalah Hak Setiap Perempuan Indonesia

VakansiInfo – Ajang Ratu & Putri Kebaya 2025 yang diselenggarakan oleh Anggalang by Omar kembali digelar dengan meriah, menandai tahun keempat konsistensinya sebagai wadah pemberdayaan perempuan. Di bawah binaan langsung Bunda Elvira, ajang ini telah berkembang menjadi lebih dari sekadar kompetisi kecantikan. Ia menjadi ruang edukatif yang mempertemukan generasi muda perempuan dengan akar tradisi. Mengajak mereka untuk mengenal kembali warisan budaya, memahami keberagaman, dan menyadari bahwa perbedaan adalah kekuatan yang saling melengkapi.

Dalam gelaran akbar tahun ini, dua sosok terpilih di nobatkan sebagai ikon perempuan berkebaya Indonesia. Clara Lucky Fang sebagai Ratu Kebaya 2025 dan Mikhayla Joanna Wibowo sebagai Putri Kebaya 2025. Penobatan ini menjadi puncak dari serangkaian proses seleksi dan pembinaan intensif. Yang mengedepankan karakter, kecakapan, wawasan budaya, serta sikap inklusif dan berdaya.

Dengan mengusung tema kuat, “Kebaya adalah Hak Perempuan Indonesia”. Acara ini ingin menegaskan bahwa kebaya bukan hanya simbol estetika. Melainkan juga identitas, kebanggaan, dan hak milik seluruh perempuan Indonesia, tanpa terkecuali. Melalui pendekatan yang inklusif, Anggalang by Omar menegaskan bahwa setiap perempuan apapun latar belakang, kemampuan, atau kondisinya memiliki tempat di panggung budaya ini.

Seluruh finalis dari berbagai kategori mendapatkan kebaya. Sebagai bentuk Mengekspresikan diri bahwa setiap perempuan dari mana pun latar belakangnya berhak memiliki dan mengenakan kebaya. Sebelum menuju malam final, para finalis telah melewati rangkaian kegiatan roadshow selama satu bulan penuh. Menyambangi berbagai daerah, memperkenalkan nilai-nilai budaya. sSerta memperluas akses dan kesadaran tentang pentingnya pelestarian kebaya di kalangan masyarakat muda.

Kategori Putri Istimewa: Panggung Setara bagi Perempuan Disabilitas

Yang menjadi sorotan utama tahun ini adalah hadirnya kategori baru. Putri Istimewa, yaitu kategori khusus yang memberikan kesempatan bagi perempuan dengan disabilitas untuk turut serta dalam kontes secara penuh. Mereka mengikuti seluruh tahapan karantina, pelatihan, dan penilaian tanpa perbedaan setara dengan finalis lainnya.

Baca Juga  Kolaborasi Kemenekraf Bersama TMII Jalin Strategis untuk Promosi Budaya Indonesia

Cheryl Dheeraj Bharwani dinobatkan sebagai Putri Kebaya Istimewa 2025, diikuti oleh Jeslyn Tjengnis sebagai First Runner Up dan Laudya Najma Amira di posisi Second Runner Up.

Mengenalkan Budaya, Membangun Kepribadian

Selama masa karantina, para finalis mendapatkan berbagai pelatihan untuk mengembangkan kepribadian dan memperkuat nilai-nilai budaya. Mulai dari public speaking, kelas catwalk, teknik komunikasi efektif, hingga pelajaran etika (manner & attitude).

Menariknya, mereka juga di ajak untuk mengenal kembali permainan tradisional anak Indonesia seperti petak umpet dan petak jongkok sebagai bagian dari program pelestarian budaya lokal yang semakin jarang di sentuh generasi muda.

Inilah Deretan Perempuan Terpilih di Ratu & Putri Kebaya 2025

Di kategori utama Ratu Kebaya, Clara Lucky Fang tampil memukau dan dinobatkan sebagai pemenang utama. Ia menyisihkan para pesaing lainnya dengan penampilan yang anggun dan kemampuan komunikasi yang impresif.

Posisi First Runner Up diraih oleh Aqilla Naura Syaputri, sementara Goldameir Nauli menempati posisi Second Runner Up. Cynthia Lucky Fang meraih posisi Third Runner Up sekaligus penghargaan Best Speech dan Kei Lara Parisa Samosir berhasil membawa pulang gelar Best Intelegensia. Adapun Divine Chara Val El berhasil masuk dalam jajaran Top 10 Ratu Kebaya 2025 dan Salwa Arbaiyah turut mencuri perhatian dengan meraih penghargaan khusus Best Roadshow Ratu Kebaya atas kontribusinya.

Untuk kategori Putri Kebaya, Mikhayla Joanna Wibowo berhasil mengungguli finalis lainnya dengan gelar utama. Kirana Khanza Aurelia menempati posisi First Runner Up, di ikuti Alikha Hibatillah Jaelani sebagai Second Runner Up, dan Violla Alexandria Kirana di posisi Third Runner Up.

Baca Juga  Indonesia Bawa “JIWA” ke Osaka Expo 2025: Kolaborasi Kearifan Lokal dan Inovasi Digital

Sementara itu, Khanza Wiza Azzahra menerima penghargaan Best Intelegensia putri kebaya dan masuk dalam Top 5, bersama RYVI Anggunnia Naladhipa yang masuk Top 10 dan mendapat gelar Harapan 1. Gelar Harapan 2 di berikan kepada Stephanie Tsabitha Iman, dan Farannisa Hamidah menduduki Harapan 3.

Kategori Atribut dan Bunda Berkebaya

Berbagai penghargaan atribut turut di berikan sebagai bentuk apresiasi atas talenta, dedikasi, dan kontribusi para finalis di antaranya.

Chantika di nobatkan sebagai Best Catwalk Ratu Kebaya, di ikuti Zanitha Shareen Zea meraih gelar Best Catwalk Putri Kebaya. Penghargaan Best Speech Putri Kebaya berhasil di raih oleh Zahrah Mora Nasution, sementara keaktifan di media sosial mengantarkan Felicia Christabel Jovena dan Siska Selvia masing-masing sebagai Best Social Media Putri Kebaya dan Best Social Media Ratu Kebaya. Sementara itu, Jovanka Cristania Debora mendapatkan gelar Best Friendship.

Salwa Arbaiyah menerima penghargaan khusus Best Roadshow atas kontribusi aktif dalam berbagai kegiatan luar panggung, dan Beby Kirana Nurfazriana berhasil menempatkan dirinya dalam Top 10 Putri Kebaya 2025.

Sementara itu, dalam kategori Bunda Berkebaya, gelar Winner di raih oleh Widia Endang, di susul oleh Fitri Fadini sebagai First Runner Up, dan Novriza sebagai Second Runner Up.

Ajang ini menjadi bukti bahwa kontes kecantikan dapat menjadi panggung pemberdayaan dan pelestarian budaya. Dengan semangat inklusivitas dan keberagaman, Ratu & Putri Kebaya 2025 menegaskan bahwa setiap perempuan Indonesia berhak bersinar dengan kebaya.

(Eff)

Related Post