Sab. Agu 30th, 2025

Subsektor Ekonomi Kreatif dalam Balutan Festival Budaya Indonesia

Subsektor Ekonomi Kreatif dalam Balutan Festival Budaya Indonesia

Vakansiinfo – Tak hanya terkenal akan keindahan alam yang tak berujung, Indonesia juga memiliki berbagai macam festival budaya. Menariknya, setiap festival budaya di Indonesia memiliki ciri khasnya masing-masing. Dan menjadi event tahunan yang selalu sukses menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara.

Dalam jangka panjang, banyaknya ragam festival budaya yang rutin di gelar di Indonesia tak hanya untuk mempromosikan pariwisata Indonesia saja. Melainkan turut mengenalkan potensi ekonomi kreatif Indonesia. Pasalnya, banyak festival budaya asli Indonesia yang mengedepankan berbagai subsektor ekonomi kreatif, sekaligus melestarikan budaya asli Indonesia agar selalu terjaga.

Di langsir dari kemenparekraf.go.id, Setidaknya, ada beberapa festival budaya di Indonesia yang menonjolkan sisi ekonomi kreatif yang menarik untuk di saksikan, berikut adalah daftarnya:

Solo Menari

Selain di Banyuwangi, Kota Solo, Jawa Tengah, juga punya festival budaya dalam balutan seni pertunjukan yang tidak kalah menarik. Namanya Solo Menari, yakni festival budaya yang di laksanakan bertepatan dengan Hari Tari Sedunia. Festival budaya yang sudah di laksanakan sejak 2006 ini selalu di adakan di ruang terbuka, dan tidak di pungut biaya alias gratis.

Setiap tahunnya, festival budaya ini selalu diikuti ratusan penari dari berbagai daerah dan luar negeri. Hal ini juga makin membuktikan jika Solo memang layak mendapat predikat sebagai sebagai UNESCO Creative Cities Network untuk kategori kerajinan dan kesenian rakyat.

Festival Gandrung Sewu

Kalau Sobat senang melihat seni pertunjukan, terutama seni tari. Festival Gandrung Sewu termasuk wajib masuk daftar festival budaya yang spektakuler, dan wajib di datangi minimal sekali seumur hidup. Pasalnya, festival budaya tahunan asal Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur ini menampilkan lebih dari 1.000 penari Gandrung dengan gerakan gemulai yang sangat indah.

Baca Juga  Superfood dengan Banyak Khasiat, Berikut Manfaat Petai Cina untuk Kesehatan

Daya tarik Festival Gandrung Sewu tidak hanya terlihat dari banyaknya penari yang terlibat saja. Tapi, juga pada iringan musik yang menggunakan perpaduan musik khas Jawa dan Bali yang benar-benar autentik. Tahun ini, Festival Gandrung Sewu bakal kembali di laksanakan pada 24-26 Oktober 2024. Jadi, pastikan Sobat tidak melewatkannya, ya!

Festival Keroncong Plesiran

Selanjutnya, Festival Keroncong Plesiran merupakan festival budaya yang tidak kalah populer. Berbeda dengan kedua festival budaya yang berasal dari subsektor seni pertunjukan. Festival Keroncong Plesiran merupakan festival budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta yang berasal dari subsektor musik.

Sesuai dengan namanya, festival budaya ini merupakan pertunjukan musik yang menghadirkan berbagai macam grup musik keroncong. Mulai dari grup musik keroncong asli, keroncong modern, hingga keroncong dengan format orkestra. Uniknya, festival budaya ini langganan di adakan di destinasi wisata, seperti Hutan Mangunan, Nglanggeran, Tebing Breksi, hingga Titik Nol Kilometer. Jadi, kita bisa menikmati iringan musik keroncong berlatar pemandangan alam yang menawan.

Festival Lompat Batu

Festival budaya di Indonesia yang sayang untuk di lewatkan berikutnya adalah Festival Lompat Batu dari Nias, Sumatra Utara. Di mana festival ini merupakan sebuah acara adat yang masih di lestarikan oleh masyarakat Desa Wisata Bawomataluo, dan menjadi seni pertunjukan khusus bagi wisatawan.

Bukan lompat batu biasa, atraksi yang dikenal dengan nama Hombo Batu ini merupakan atraksi melompati batu setinggi dua meter dan lebar 40 cm. Konon, atraksi budaya ini merupakan tradisi yang di lakukan sebagai syarat pemuda Nias untuk mengikuti perang. Apabila pemuda Nias berhasil melompati batu tersebut, maka mereka akan di anggap sebagai sosok dewasa yang telah matang secara fisik.

Baca Juga  The Adams: Pionir Romantisme Alternatif yang Gak Pernah Kedaluwarsa

Festival Ogoh-Ogoh

Rekomendasi festival budaya yang tidak kalah unik dan tidak pernah gagal mencuri perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara adalah Festival Ogoh-Ogoh. Sebuah festival budaya di lakukan dengan membawa karya seni patung yang diarak keliling menjelang Hari Raya Nyepi. Bukan patung biasa, festival budaya ini menampilkan patung bambu dengan tinggi lebih dari 2 meter.

Ogoh-Ogoh memiliki filosofi yang mengharuskan seluruh umat manusia saling menjaga alam dan tidak merusak lingkungan di sekitarnya. Setelah di arak, festival budaya ini di tutup dengan membakar ogoh-ogoh sampai habis. Hal ini di lakukan sebagai upaya sebagai bentuk “pembersihan” dengan memusnahkan roh jahat dan kembali suci.

Jember Fashion Carnaval

Terkenal sebagai “Festival Rio de Janeiro” Indonesia, Jember Fashion Carnaval merupakan festival budaya yang di kemas dengan parade karnaval fesyen. Menariknya, festival budaya ini menampilkan ratusan busana yang spektakuler dan kaya akan nilai budaya.

Kalau Sobat Parekraf tertarik, Jember Fashion Carnaval akan kembali di selenggarakan pada 2-4 Agustus 2024. Tak kalah meriah dengan tahun-tahun sebelumnya, akan ada sekitar 1.600 peserta yang ikut bergabung dan tampil dalam rangkaian festival budaya tersebut.

(Mur)

Related Post