Sab. Agu 30th, 2025

Tiga Mahasiswa Fakultas Kedokteran President University Bertekad Menjadi Dokter Profesional Bertaraf Global

Tiga Mahasiswa Fakultas Kedokteran President University Bertekad Menjadi Dokter Profesional Bertaraf Global

Vakansiinfo – Fakultas Kedokteran President University (FKPU) semakin menarik perhatian para calon mahasiswa yang bercita-cita menjadi dokter profesional. Meskipun baru resmi berdiri pada pertengahan 2024, FKPU telah menunjukkan keunggulan kompetitif yang sulit ditandingi oleh fakultas kedokteran lain di Indonesia.

Salah satu keunggulan utama FKPU adalah lokasinya yang strategis di kawasan Jababeka Medical City, pusat layanan kesehatan terpadu terbesar di Indonesia. Kawasan ini memiliki lebih dari 20 rumah sakit dengan total lebih dari 4.000 tempat tidur, melayani lebih dari 2.000 perusahaan multinasional dari 34 negara serta satu juta tenaga kerja. Selain itu, kawasan ini juga menjadi rumah bagi berbagai industri farmasi terkemuka seperti Dexa Medica Group, Ferron Par Pharmaceuticals, Genero Pharmaceuticals, Ethica Industri Farmasi, Combiphar Donga, Anugrah Pharmindo Lestari, dan Intan Jaya Medika Solusi.

Dekan FKPU, Prof. dr. Budi Setiabudiawan, Sp.A(K), M.Kes, menegaskan bahwa FKPU dirancang untuk menghasilkan lulusan dokter yang beretika, profesional, dan penuh kasih.

“Fakultas Kedokteran President University didukung oleh ekosistem kesehatan terpadu untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas tinggi. Orientasi lulusan FKPU harus memprioritaskan keselamatan pasien dan kebutuhan masyarakat dalam menyediakan layanan kesehatan terbaik. Kami ingin lulusan FKPU tidak hanya menjawab kebutuhan tenaga medis di Indonesia, tetapi juga berdaya saing di tingkat global,” ujar Prof. Budi di Jakarta, Senin (10/2/2025).

Kurikulum FKPU terbagi menjadi dua fase, yaitu Fase Sarjana (3,5 tahun) dan Fase Profesional (2 tahun). Pada fase pertama, mahasiswa mempelajari 17 blok medis yang komprehensif dan mendapatkan paparan awal di lingkungan medis nyata. Sementara fase kedua bersifat opsional, di mana mahasiswa harus menjalani pendidikan klinis di rumah sakit pendidikan, klinik, dan pusat kesehatan masyarakat untuk memperoleh gelar “dokter” (dr.).

Baca Juga  Tingkatkan Keselamatan Berkendara, FIFGROUP Berkolaborasi Bersama AHM Selenggarakan Training Safety Riding

“Dalam dua tahun fase profesional, mahasiswa diharapkan dapat bertransformasi menjadi dokter yang siap melayani kebutuhan kesehatan masyarakat,” tambah Prof. Budi.

Alexsius Felix Mangero: Ingin Mengabdi di Pelosok Negeri

Mahasiswa FKPU angkatan 2023 asal Sulawesi Utara, Alexsius Felix Mangero, berbagi kisah perjuangannya meraih impian menjadi tenaga kesehatan profesional.

“Puji Tuhan, saya lolos seleksi dan mendapat beasiswa di Fakultas Kedokteran President University. Ini sangat membantu saya dalam menggapai cita-cita menjadi dokter,” ujar lulusan SMA Advent Lambia ini.

Menurut Alexsius, suasana belajar di FKPU sangat mendukung perkembangan profesional mahasiswa. Metode pembelajaran Problem-Based Learning (PBL) membantu mahasiswa berpikir kritis, menganalisis masalah medis secara mendalam, serta berkolaborasi dengan rekan sejawat.

Selain fasilitas modern dan lingkungan belajar yang kondusif, FKPU juga mengajarkan pentingnya empati dalam profesi medis.

“Kesehatan adalah sesuatu yang tidak mengenal batas. Saya bercita-cita mengabdi di pelosok NKRI untuk memberikan pelayanan kesehatan yang layak bagi masyarakat yang kekurangan tenaga medis. Sebagai putra daerah dari Talaud, pulau paling utara Indonesia, saya belajar bahwa keterbatasan geografis bukan alasan untuk menyerah. Justru dari sinilah saya menemukan panggilan hidup saya: memperjuangkan kesetaraan pelayanan kesehatan,” tegasnya.

Tasya Camelia: Mengembangkan Kemampuan untuk Berdaya Saing Global

Mahasiswi FKPU angkatan 2024, Tasya Camelia, juga merasakan manfaat besar dari sistem pendidikan FKPU.

“Di FKPU, saya tidak hanya belajar teori kedokteran, tetapi juga keterampilan komunikasi, public speaking, serta bahasa Inggris. Saya juga mendapatkan pengalaman langsung melalui program early exposure,” ujar lulusan SMAN 1 Leuwiliang, Kabupaten Bogor ini.

Baca Juga  Toshiba Lifestyle Umumkan Strategi Baru untuk Perkuat Pasar di Asia Pasifik dan Perkenalkan Produk Inovatif pada Acara Dealer dan Konferensi Pers di Hanoi

Tasya berharap dapat menjadi lulusan terbaik dan mampu bersaing di tingkat global.

“Saya senang bisa bertahan sejauh ini, dan saya berharap bisa menyelesaikan pendidikan dengan hasil terbaik. Dengan kemampuan bahasa Inggris yang saya kembangkan di FKPU, saya ingin menjadi dokter yang dapat bermanfaat bagi banyak orang,” imbuhnya.

Kezia Catherin: Mewujudkan Impian Menjadi Dokter yang Berguna untuk Semua Orang

Dari Bali, Kezia Catherin, mahasiswi FKPU angkatan 2024, juga berbagi perjalanan emosionalnya hingga di terima di FKPU dengan beasiswa.

“Saya sempat di hantui rasa cemas saat menunggu hasil seleksi. Saat melihat pengumuman bahwa saya di terima dan mendapatkan beasiswa kategori A, saya langsung menangis haru,” ungkap lulusan SMAN 1 Kuta, Bali ini.

Menurut Kezia, FKPU memiliki budaya akademik yang inklusif dan penuh dukungan.

“Sebagai mahasiswa baru, saya merasa sangat dirangkul oleh senior, teman-teman, dan para dosen. Meski baru semester 1, saya sudah mendapat kesempatan praktik lapangan, seperti pemeriksaan tanda vital dan tes gula darah pada masyarakat,” katanya.

Ia berharap bisa menjadi dokter yang bermanfaat bagi banyak orang serta membanggakan keluarganya.

“Semoga saya bisa menjadi dokter yang sesungguhnya dan membawa manfaat bagi banyak orang. Saya juga ingin mengangkat derajat keluarga saya serta membanggakan kedua orang tua saya,” pungkas Kezia.

Kisah Alexsius, Tasya, dan Kezia mencerminkan semangat FKPU dalam mencetak dokter profesional yang berdaya saing global dan memiliki kepedulian sosial tinggi. Dengan ekosistem kesehatan yang unggul, kurikulum yang inovatif, serta dukungan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi, FKPU siap menjadi pilar penting dalam masa depan dunia kedokteran Indonesia.

(Eff)

Related Post