
VakansiInfo, Jakarta – Sejumlah tokoh pergerakan nasional Indonesia belum memiliki jejak digital yang memadai karena kiprahnya berlangsung pada masa ketika akses teknologi dan dokumentasi modern belum berkembang. Salah satunya adalah tokoh perintis dan aktivis nasional asal Sumatera Selatan, Mohamad Joesoef Soeoed, atau yang dikenal sebagai M.J Soeoed.
Dalam sejumlah jurnal dan catatan sejarah di Palembang, M.J Soeoed tercatat sebagai aktivis sejak masa Hindia Belanda hingga awal berdirinya Republik Indonesia. Namun, namanya belum banyak dikenal secara luas di tingkat nasional.
Keprihatinan atas minimnya dokumentasi tersebut mendorong A. Yudha Permana, cucu M.J Soeoed, untuk mengangkat kembali kiprah sang kakek ke ruang publik. Menurut Yudha, dorongan itu bermula dari pertanyaan anaknya tentang sosok sang kakek, yang kemudian diperkuat dengan ditemukannya silsilah keluarga besar.
Sejak akhir 2025, Yudha mulai melakukan penelusuran arsip di berbagai sumber, termasuk Perpustakaan Nasional di kawasan Merdeka Barat, Jakarta. Dari hasil penelusuran tersebut, ditemukan sejumlah karya tulis M.J Soeoed, di antaranya Sjair Sembahjang, Ilmoe Pengetahoean, Boekoe Pergerakan (1924), serta Pedoman Berdjoang yang tercatat dalam arsip pascakemerdekaan.
Pada era 1920-an, M.J Soeoed pernah ditangkap dan dipenjara oleh pemerintah Hindia Belanda di Penjara Kalisosok, Surabaya, akibat aktivitas pergerakannya. Pada dekade 1930-an, ia juga aktif dalam organisasi keagamaan Muhammadiyah di Palembang.
Tahun 1938, M.J Soeoed tercatat memegang jabatan voorzitter (ketua) Majelis Daerah Sumatera Selatan di Partai Indonesia Raya (Parindra). Setelah Proklamasi Kemerdekaan, kiprahnya berlanjut sebagai anggota DPRD Sumatera Selatan serta aktif di Masyumi dan Partai Syarikat Islam Indonesia.
Yudha juga menyebut bahwa dalam arsip pemberitaan lama, termasuk majalah nasional, M.J Soeoed disebut sebagai perintis kemerdekaan dan patriot pembangunan Sumatera Selatan, termasuk keterlibatannya dalam aksi pemogokan buruh yang berujung penahanan di Surabaya.
Ke depan, keluarga berencana mengusulkan nama M.J Soeoed kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia agar dapat dipertimbangkan sebagai Pahlawan Nasional. Dalam jangka pendek, keluarga berharap kiprah M.J Soeoed memiliki warisan digital yang terdokumentasi dengan baik serta diakui sebagai Perintis Kemerdekaan asal Palembang. (Eff)
