Sab. Agu 30th, 2025

Tunde Lighthouse Family dan Shakatak Sukses Bawa Nuansa Nostalgia di Java Jazz Festival 2025

Tunde Lighthouse Family dan Shakatak Sukses Bawa Nuansa Nostalgia di Java Jazz Festival 2025

Vakansiinfo – Perhelatan BNI Java Jazz Festival 2025 hari kedua yang digelar di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, pada Sabtu, 31 Mei 2025 lalu, berlangsung meriah dengan kehadiran musisi ternama dari dalam dan luar negeri. Mulai dari Isyana Sarasvati, Kris Dayanti, Ziva Magnolya, hingga bintang internasional seperti Shakatak dan Tunde Baiyewu dari Lighthouse Family, semua tampil memukau di hadapan ribuan penonton lintas generasi.

Tunde Bawakan Lagu-Lagu Ikonik Lighthouse Family

Sorotan utama malam itu adalah penampilan Tunde Baiyewu, vokalis utama Lighthouse Family, yang tampil sekitar pukul 20.30 WIB di BNI Wondrhall Stage. Dengan mengenakan kemeja biru muda dan celana putih, Tunde membuka aksinya dengan lagu klasik “Lifted” yang langsung di sambut koor penonton.

Ia melanjutkan dengan sejumlah lagu hits seperti “Loving Every Minute”, “Light On”, dan lagu solo miliknya “Diamond in a Rock”. Meskipun tata letak panggung di buat semi-formal dengan tempat duduk teratur, keintiman tetap terbangun melalui lirik dan suasana yang menyentuh. Lagu-lagu lain seperti “Clouds”, “Postcard from Heaven”, hingga lagu baru “Rain to a Rainbow” pun turut di bawakan. Teriakan dan tepuk tangan pecah saat lagu legendaris “High” di mainkan sebagai penutup.

Baca Juga  Bisa Sebagai Penghias Ruangan, Ini Rekomendasi Tanaman untuk Di Dalam Rumah
Shakatak Tampil Enerjik Bawakan Jazz Fusion Klasik

Sebelum Tunde naik panggung, band jazz fusion legendaris asal Inggris, Shakatak, tampil lebih dulu dengan energi yang luar biasa. Lagu-lagu seperti “Steppin’”, “Brazilian Dawn”, dan “Night Birds” membawa penonton bernostalgia ke era 1980-an, terutama bagi penggemar musik jazz klasik di Indonesia.

Di bawakan oleh formasi utama Bill Sharpe, Jill Saward, George Anderson, dan Roger Odell, penampilan Shakatak mendapat sambutan hangat. Momen istimewa tercipta saat Peter F. Gontha, pendiri Java Jazz, naik ke panggung untuk memberikan karangan bunga sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi panjang Shakatak di dunia musik.

Musisi Tanah Air Tak Kalah Memikat

Tak hanya bintang internasional, musisi Indonesia juga memberikan warna tersendiri. Penampilan dari Danilla, Jordan Sutanto, Bilal Indrajaya, Nonaria, Karina Christy, BLP, Syahravi. Serta pendatang baru seperti Manjakani dan Adikara ikut memeriahkan suasana. Dua diva Indonesia, Kris Dayanti dan Isyana Sarasvati, berhasil mencuri perhatian ribuan penonton dengan aksi panggung dan vokal yang memukau.

Baca Juga  Para Band Pengisi OST Anime Naruto dan Lagu-Lagu Hitnya
Java Jazz Festival: Panggung Musik dan Perjumpaan Budaya

Sebagai salah satu festival musik jazz terbesar di dunia, Java Jazz Festival terus membuktikan dirinya bukan sekadar konser musik. Festival ini menjadi ruang temu lintas generasi, wadah kolaborasi internasional, dan panggung budaya yang inklusif. Tahun ini, dengan keberagaman genre dan musisi, Java Jazz mempertegas perannya dalam merangkul musik sebagai bahasa universal.

(Sam)

Related Post