UNIQLO Angkat Interseksionalitas dan Kepemimpinan Inklusif di International Women’s Day 2026

VakansiInfo, Jakarta – Perusahaan ritel pakaian global asal Jepang, UNIQLO kembali menggandeng Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE) dalam rangka memperingati International Women’s Day 2026 melalui sebuah diskusi kepemimpinan inklusif bertajuk “Interseksionalitas: Menavigasi Berbagai Lapisan Hambatan dalam Kehidupan Profesional.”

Melalui tema ini, UNIQLO ingin mengajak masyarakat untuk lebih melihat keberagaman di sekitar serta mendorong pemahaman yang lebih utuh mengenai kepemimpinan inklusif.

Memahami Interseksionalitas di Dunia Kerja

Dunia kerja saat ini semakin dinamis. Namun di balik target, strategi, dan performa, terdapat satu hal yang kerap luput dari perhatian: setiap individu membawa lebih dari satu identitas ke tempat kerja.

Seorang perempuan bisa sekaligus menjadi pemimpin tim dan pengasuh di rumah. Seorang karyawan muda juga bisa datang dari latar belakang sosial yang berbeda dengan rekan kerjanya.

Fenomena ini dikenal sebagai interseksionalitas, yaitu cara pandang yang melihat bahwa identitas seseorang saling beririsan dan membentuk pengalaman yang berbeda-beda, termasuk dalam dunia kerja dan pengembangan karier.

Diskusi ini menghadirkan sejumlah narasumber inspiratif, antara lain:

  • Irma Yunita – Director Corporate Affairs UNIQLO Indonesia
  • Fetty Kwartati – Director PT Tara Naya Karsa
  • Rhaka Ghanisatria – Co-Founder Menjadi Manusia
  • Wita Krisanti – Executive Director IBCWE
Baca Juga  Tips Bertahan di Lingkungan Kerja yang Dinamis dan Serba Cepat Tanpa Burnout

Diskusi ini menyoroti kompleksitas identitas di tempat kerja, khususnya bagi perempuan, serta bagaimana organisasi dapat meresponsnya melalui pendekatan kepemimpinan yang lebih inklusif.

Inklusi Sebagai Strategi Bisnis

Sejumlah organisasi telah memiliki kebijakan Diversity, Equity & Inclusion (DEI). Namun pendekatan interseksional menantang perusahaan untuk melangkah lebih jauh dengan memahami bagaimana faktor seperti gender, usia, latar belakang pendidikan, hingga kondisi sosial ekonomi saling memengaruhi pengalaman seseorang di tempat kerja.

Berbagai studi global menunjukkan bahwa perusahaan dengan kepemimpinan yang lebih beragam dan inklusif cenderung memiliki tingkat inovasi serta kinerja yang lebih tinggi. Artinya, inklusi bukan hanya isu sosial, tetapi juga strategi bisnis jangka panjang.

Di Indonesia, percakapan tentang kepemimpinan inklusif terus berkembang, meskipun masih menghadapi tantangan seperti budaya hierarkis dan bias tidak sadar.

“Keberagaman bukan hanya soal representasi. Ini tentang apakah setiap orang benar-benar memiliki ruang untuk berkembang dan berkontribusi secara autentik. Dalam industri ritel yang bergerak cepat, menjaga keseimbangan antara performa dan kepemimpinan inklusif memang menantang. Namun justru di situlah kualitas kepemimpinan diuji,” ujar Irma Yunita.

Sebagai bagian dari perusahaan global, UNIQLO Indonesia menerapkan sistem evaluasi dan pengembangan karyawan berbasis kompetensi dan kinerja. Perusahaan juga membuka akses pelatihan kepemimpinan bagi berbagai level karyawan, termasuk perempuan dan talenta muda.

Baca Juga  Sambut Hari Ibu, FIFGROUP Apresiasi Peran UMKM Perempuan yang Berkembang dari Rumah

Selain itu, UNIQLO mendorong dialog terbuka antara manajemen dan karyawan guna menciptakan lingkungan kerja yang saling menghargai.

Peran Sekutu dalam Kepemimpinan Inklusif

Diskusi ini juga menyoroti pentingnya organizational allyship, yaitu peran aktif individu—terutama pemimpin—untuk menjadi sekutu bagi rekan kerja dengan latar belakang yang berbeda.

Menjadi sekutu tidak berarti selalu memiliki jawaban, melainkan memiliki kemauan untuk mendengar dan terus belajar. Dalam praktik sehari-hari, hal ini dapat terlihat dari cara pemimpin membagi kesempatan berbicara dalam rapat, mempertimbangkan fleksibilitas kerja, hingga berani mengoreksi bias yang mungkin tidak disadari.

Pendekatan ini tidak hanya berdampak pada kesejahteraan karyawan, tetapi juga pada keberlanjutan bisnis. Tim yang merasa aman dan dihargai cenderung lebih berani menyampaikan ide serta perspektif baru—sebuah aset penting di tengah persaingan industri yang semakin kompleks.

Melalui momentum International Women’s Day, UNIQLO Indonesia mengajak para profesional untuk melihat kepemimpinan inklusif sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar tren tahunan.

Karena pada akhirnya, ketika seseorang tidak perlu menyembunyikan bagian dari dirinya untuk diterima, di situlah potensi terbaik dapat tumbuh—baik bagi individu, tim, maupun perusahaan. (Eff)

About The Author

Author

vakansiinfooffcial@gmail.com

Related Posts