Sab. Agu 30th, 2025

Van Lang University & IP Trisakti Kolaborasi Majukan Wisata Halal di Asia Tenggara

Van Lang University & IP Trisakti Kolaborasi Majukan Wisata Halal di Asia Tenggara

VakansiInfo – Indonesia, dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, menjadi pasar potensial bagi industri wisata halal. Potensi besar ini menarik perhatian Van Lang University (VLU) dari Vietnam untuk mempelajari strategi promosi wisata halal. Terutama bagi wisatawan asal Indonesia. Untuk itu, VLU menjalin kerja sama strategis dengan Institut Pariwisata (IP) Trisakti.

Menurut Kepala Program Internasional IP Trisakti, Dr. Nurti Rahayu, M.Pd, kerja sama ini di mulai sejak Mei 2025 melalui penandatanganan nota kesepahaman. Implementasi awal di lakukan lewat pertukaran mahasiswa: delegasi IP Trisakti mengunjungi VLU pada 14–18 Juli 2025. Sedangkan 18 mahasiswa dan 2 dosen VLU datang ke Jakarta pada 8–12 Agustus 2025 untuk mengikuti Trisakti Cultural Program.

Salah satu agenda utama adalah Halal Forum, yang membahas persepsi industri perjalanan Indonesia terhadap destinasi ramah muslim di Vietnam. Nguyen Thi Van, Ph.D, Dekan Fakultas Pariwisata VLU, tertarik melakukan riset kesiapan Vietnam menyambut wisatawan muslim. Forum ini juga menghadirkan tokoh industri dan akademisi. Seperti Dr. Muhammad Rahmat (CEO ICMI Travel), Masrura Ram Idjal, Ph.D (CEO Rabbani Tour), Ita Kurniawati, SE (Manager Istiqlal Halal Center), dan Dr. Arief Faizal Rachman, SST.Par., MT (pakar wisata halal IP Trisakti).

Para panelis sepakat bahwa wisata halal tidak sekadar soal sertifikasi makanan dan minuman. Tetapi juga mencakup fasilitas ibadah, layanan ramah muslim, hingga pemahaman budaya dan spiritualitas wisatawan. Ibu Ita menegaskan pentingnya rantai penyediaan makanan yang halal dari hulu hingga hilir. Sementara Dr. Masrura menyoroti perlunya edukasi awal bagi pelaku industri sebelum pelatihan teknis.

Baca Juga  Pesta Rakyat Jadi Motor Penggerak Ekonomi Kerakyatan di HUT ke-80 RI

Dr. Arief menambahkan bahwa konsep wisata halal juga dibentuk oleh social construction — persepsi masyarakat terhadap nilai halal dalam pariwisata. Dr. Van menilai Vietnam memiliki potensi besar, namun membutuhkan infrastruktur dan regulasi pendukung.

Selain forum, peserta dari kedua universitas mengikuti berbagai aktivitas budaya, seperti membuat kue tradisional, memainkan alat musik kolintang, hingga workshop kecantikan bersama Martha Tilaar Learning Center. Mereka juga mengunjungi destinasi ikonik Jakarta seperti Kota Tua, Masjid Istiqlal, Monas, dan Jamu Acaraki, dengan dukungan Disparekraf DKI Jakarta.

Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat jejaring akademik, mendorong inovasi wisata halal, serta membangun citra positif destinasi ramah muslim di Asia Tenggara.

(Eff)

Related Post