
VakansiInfo, Jakarta – Pemerintah Indonesia tengah mengkaji kebijakan penerapan satu hari Work From Home (WFH) dalam sepekan bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pekerja swasta. Kebijakan ini dipertimbangkan sebagai langkah untuk menekan dampak kenaikan dan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.
Menanggapi wacana tersebut, KAI Commuter menyatakan belum akan melakukan perubahan operasional. Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, mengatakan pihaknya masih menunggu implementasi kebijakan sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
Ia menjelaskan, hingga saat ini layanan Commuter Line tetap berjalan normal dengan 1.065 perjalanan per hari. Perubahan kebijakan, jika ada, akan diumumkan kemudian.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebutkan bahwa kebijakan WFH satu hari masih menunggu arahan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Tito, pembahasan terkait kebijakan ini telah dilakukan bersama sejumlah kementerian. Ia juga menilai penerapan WFH bukan hal baru, mengingat pemerintah memiliki pengalaman saat pandemi Covid-19.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa layanan publik yang bersifat esensial seperti transportasi, kesehatan, dan kebersihan tetap harus berjalan normal.
Pemerintah saat ini masih mematangkan kebijakan tersebut, termasuk menentukan hari pelaksanaan WFH dalam sepekan. (Mur)
