Kemenag Siapkan 58 UIN dan Pesantren untuk Didik Anak-anak Palestina Korban Konflik

Kemenag Siapkan 58 UIN dan Pesantren untuk Didik Anak-anak Palestina Korban Konflik

VakansiInfo – Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Kementerian Agama telah menyiapkan jaringan Universitas Islam Negeri (UIN) dan sejumlah pesantren untuk menerima anak-anak Palestina yang buta huruf dan telah lama putus sekolah. Langkah ini merupakan tindak lanjut amanat Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan akses pendidikan bagi korban konflik kemanusiaan di Palestina.

“Pak Prabowo akan mengundang orang-orang yang buta huruf, yang putus sekolah sekian lama di Palestina. Kami sudah menginventaris UIN atau pesantren mana anak-anak itu seandainya akan datang,” ujar Menag dalam acara Indonesia’s Contribution to Contemporary Global Peace and Conflict Resolution di Auditorium UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (27/11/2025).

Menag menegaskan penuh bahwa Kemenag siap menjalankan arahan tersebut. “Kami siap menampung anak-anak Palestina. Anak-anak tidak boleh buta huruf dan tidak boleh menderita. Pak Presiden berkali-kali menyampaikan bahwa pemerintah siap memastikan keamanan dan kelancaran program ini,” ungkapnya.

Acara tersebut di hadiri oleh sejumlah tokoh, antara lain diplomat dan Wakil Menlu RI 2014–2019 Abdurrahman M. Fachir, Delegasi International IDEA Rizal Sukma, akademisi dan International Observer Dinna Prapto Raharja, serta Delegasi Indianapolis University USA Malika Ouacha.

Baca Juga  Kemenag, BAZNAS, dan LAZ Salurkan 2 Juta Paket Bingkisan untuk Anak Yatim dan Disabilitas se-Indonesia

Menag menambahkan, Kemenag kini menunggu instruksi lanjutan dari Presiden terkait proses penempatan pelajar Palestina. “Kami sudah dalam tahap pendataan kebutuhan apa saja yang harus dipersiapkan,” ujarnya.

Indonesia memiliki pengalaman serupa sebelumnya. “Kita pernah mengirim sekitar 300 anak-anak Afghanistan ke sejumlah pesantren di Pulau Jawa saat negara mereka berkonflik. Jika anak Palestina ingin menuntut ilmu di Indonesia, kami sudah siap,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa kapasitas pendidikan tinggi Islam Indonesia sangat memadai. “Kita punya 58 UIN yang siap menjalankan rencana tersebut. Ini akan menjadi nama besar Bapak Prabowo, nama besar Indonesia, dan wujud nyata solidaritas kemanusiaan,” imbuhnya.

Menutup sambutan, Menag menyampaikan pesan solidaritas. “Kita tidak boleh membiarkan saudara kita terpuruk dalam penderitaan sementara kita hidup berkecukupan. Berbagi adalah perintah agama dan nilai budaya kita,” pungkasnya.

(Mur)

About The Author

Pilihan Redaksi

Bojonegoro Jadi Pusat Gelaran Festival Olahraga Pendidikan 2025 dengan 1.000 Peserta Pelajar

Bojonegoro Jadi Pusat Gelaran Festival Olahraga Pendidikan 2025 dengan 1.000 Peserta Pelajar

Curug Tilu Leuwi Opat: Surga Alam di Parongpong untuk Liburanmu

Curug Tilu Leuwi Opat: Surga Alam di Parongpong untuk Liburanmu