Pengabdian Masyarakat Mahasiswa: Belajar dan Bertumbuh Bersama Warga Kampung Jagapati

Pengabdian Masyarakat Mahasiswa: Belajar dan Bertumbuh Bersama Warga Kampung Jagapati

VakansiInfo, Bogor – Pengabdian masyarakat tidak hanya menjadi bentuk kontribusi mahasiswa kepada lingkungan sekitar, tetapi juga menjadi ruang belajar yang nyata untuk memahami dinamika sosial di tengah masyarakat. Hal inilah yang tercermin dalam program BERDIKARI (Berbakti Dedikasi untuk Negeri) 2026 yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (HMPS PMI) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di Kampung Jagapati, Desa Tapos 1, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor.

Selama sepuluh hari pelaksanaan, mahasiswa HMPS PMI terlibat langsung dalam berbagai aktivitas sosial dan edukatif bersama masyarakat. Kehadiran mahasiswa disambut dengan antusias oleh warga, yang secara aktif berpartisipasi dalam setiap program yang dijalankan. Interaksi ini menjadi fondasi penting dalam membangun hubungan yang saling belajar dan saling menguatkan.

Program pengabdian dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara holistik. Di bidang pendidikan, mahasiswa melakukan pendampingan dan revitalisasi di MI Abdussalam sebagai upaya mendukung proses belajar anak-anak. Sementara itu, di bidang kesehatan dan sosial, dilaksanakan pemeriksaan kesehatan dasar serta penyuluhan yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat dan peduli terhadap sesama.

Baca Juga  Polda Metro Jaya Ajak Mahasiswa Untuk Bersama-sama Menjaga Kondusivitas Menjelang Pilkada DKI Jakarta 2024

Aspek lingkungan dan kemandirian juga menjadi perhatian utama. Kegiatan edukasi lingkungan, berkebun, dan bertani bersama warga dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran akan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat nilai gotong royong. Melalui aktivitas tersebut, mahasiswa dan warga bersama-sama belajar tentang pentingnya menjaga alam sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat.

Program BERDIKARI melibatkan berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, pemuda, hingga orang tua. Keterlibatan lintas generasi ini memperkaya proses pengabdian, karena setiap kelompok memiliki peran dan perspektif masing-masing dalam membangun kehidupan sosial yang lebih baik.

Sekretaris Desa Tapos 1, Ukar, menilai kehadiran mahasiswa membawa dampak positif bagi masyarakat. Menurutnya, kegiatan pengabdian semacam ini tidak hanya membantu warga dalam jangka pendek, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.

Ketua Umum HMPS Pengembangan Masyarakat Islam UIN Jakarta, Muhammad Zidan Ramdani, menegaskan bahwa program pengabdian ini menjadi media pembelajaran lapangan bagi mahasiswa. Melalui keterlibatan langsung dengan masyarakat, mahasiswa dapat memahami realitas sosial sekaligus mengasah kepekaan dan kemampuan pemberdayaan masyarakat secara nyata.

Baca Juga  Prof. Zuly Qodir: Mahasiswa Harus Bijak dan Beretika di Dunia Digital

Pengalaman di Kampung Jagapati menunjukkan bahwa pengabdian masyarakat bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan proses bersama untuk belajar, berbagi, dan bertumbuh. Melalui program seperti BERDIKARI, mahasiswa dan masyarakat diharapkan dapat terus menjalin kolaborasi yang berkelanjutan demi terciptanya perubahan sosial yang lebih baik. (Mur)

About The Author

Pilihan Redaksi

Rekomendasi Hotel di Bandung yang Nyaman dan Strategis: Dafam Braga Bandung

Rekomendasi Hotel di Bandung yang Nyaman dan Strategis: Dafam Braga Bandung

Sindikasi Media Network dan Archipelago International Jajaki Kemitraan Strategis Perkuat Komunikasi Publik

Sindikasi Media Network dan Archipelago International Jajaki Kemitraan Strategis Perkuat Komunikasi Publik