
VakansiInfo, Jakarta – Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 resmi dibuka dan langsung jadi sorotan para pecinta otomotif Tanah Air. Digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 5–15 Februari 2026, pameran tahunan ini diikuti lebih dari 180 merek otomotif dan industri pendukung.
Sejak hari pertama, tren kendaraan listrik (EV) dan hybrid terlihat semakin dominan. Salah satu yang menarik perhatian adalah kembalinya raksasa otomotif asal China, Geely, yang kali ini membawa sub-brand premium mereka, Zeekr, untuk menyasar konsumen kelas atas di Indonesia.
Strategi Harga dan Segmen Premium
Sales & Channel Development Director Geely Auto Indonesia, Constantinus Herlijoso, menjelaskan bahwa Zeekr hadir untuk menjawab kebutuhan konsumen yang mencari kendaraan eksklusif di segmen premium.
Menurutnya, persepsi harga di pasar Indonesia cukup beragam. Ada yang menganggap mobil di bawah Rp 1 miliar sudah mahal, namun ada juga konsumen yang justru tidak tertarik pada mobil murah. Segmen inilah yang dibidik Zeekr, yakni mereka yang menginginkan opsi kendaraan dengan standar premium sesuai kebutuhan mereka.
Tantangan Pajak Impor
Soal harga yang relatif tinggi, Herlijoso mengungkapkan bahwa skema impor menjadi faktor utama. Saat ini, unit Zeekr yang dipasarkan masih berstatus Completely Built Up (CBU) atau impor utuh.
Biaya masuk dari China ke Indonesia disebut mencapai sekitar 50 persen, sehingga total pajak yang dibayarkan menjadi sangat besar. Akibatnya, harga yang sebenarnya kompetitif di negara asal menjadi lebih tinggi di pasar Indonesia. Hal ini pula yang sebelumnya membuat produk kurang mendapat atensi maksimal, meski minat pengunjung tergolong tinggi.
Target Penjualan dan Peluang Pasar
Di tengah tantangan ekonomi global, Geely tetap optimistis melihat potensi pasar Indonesia. Pada IIMS 2026, Geely menargetkan penjualan lebih dari 2.600 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK).
Geely juga mendorong konsumen untuk segera melakukan pemesanan agar kendaraan bisa digunakan saat mudik Lebaran. Selain itu, pembangunan jalan tol di Sumatera dan Papua dinilai akan membantu memperluas pasar otomotif hingga ke berbagai daerah.
Herlijoso menambahkan, rasio kepemilikan kendaraan di Indonesia masih tertinggal dibanding Thailand dan Malaysia. Jika rasio tersebut mendekati negara tetangga, pasar otomotif Indonesia berpotensi menembus 3 juta unit. Meski menantang, kebutuhan kendaraan dinilai akan selalu ada.
Dilema EV dan PHEV
Herlijoso juga menyoroti perbedaan minat antara mobil listrik murni (EV) dan Plug-in Hybrid (PHEV). Ia menilai insentif pajak membuat konsumen lebih condong memilih EV.
Saat ini, pajak kendaraan listrik bisa sangat rendah dan pengisian daya dapat dilakukan di rumah. Bagi masyarakat, perbandingan biaya operasional dan pajak antara EV dan kendaraan lain membuat pilihan ke EV terasa lebih rasional.
Geely menegaskan akan terus mengikuti kebijakan pemerintah dan berharap regulasi yang jelas agar pasar tetap stabil dan minat konsumen tidak menurun. (Sam)
