Bukan Protes Biasa! Warga Kompak Tolak Penutupan TPST: Ini Soal Hidup Mereka
1 min read

Bukan Protes Biasa! Warga Kompak Tolak Penutupan TPST: Ini Soal Hidup Mereka

šŸ‘ļø 8 views

VakansiInfo, Bekasi – Bayangkan jika tempat pembuangan sampah tiba-tiba ditutup. Bukan hanya bau yang hilang, tapi juga solusi. Itulah yang kini dirasakan warga Desa Sriamur, Kabupaten Bekasi.

Di tengah rencana penutupan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST), suara warga justru menggema: jangan ditutup.

Bagi mereka, TPST bukan sekadar tempat sampah. Ini adalah ā€œpenyelamatā€ dari kekacauan lingkungan yang bisa terjadi kapan saja.

ā€œKalau tidak ada TPST, kami harus buang sampah ke mana?ā€ ujar salah satu tokoh masyarakat dengan nada penuh kekhawatiran.

Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Selama ini, TPST Sriamur menjadi titik utama pengelolaan sampah warga. Tanpanya, ancaman sampah berserakan di jalan, sungai, hingga pemukiman bukan lagi sekadar kemungkinan—tapi hampir pasti terjadi.

Warga pun kompak menolak penutupan. Mereka khawatir, keputusan tersebut justru memicu masalah baru yang lebih besar: pencemaran lingkungan dan krisis kebersihan.

Namun di balik dukungan itu, warga juga tidak menutup mata. Mereka meminta pengelolaan TPST diperbaiki. Tumpukan sampah yang menggunung dan bau yang menyengat tetap menjadi keluhan yang harus segera diatasi.

Baca Juga  Indonesia Perkuat Posisi sebagai Laboratorium Kerukunan Dunia Lewat Dialog Ekoteologi Lintas Agama

ā€œBukan ditutup, tapi dibenahi,ā€ tegas warga lainnya.

Tak hanya soal lingkungan, TPST juga punya dampak sosial yang nyata. Fasilitas ini membuka lapangan kerja bagi warga sekitar—memberi penghasilan bagi mereka yang menggantungkan hidup di sana.

Menutup TPST, bagi sebagian warga, bukan hanya soal sampah. Tapi juga soal kehilangan harapan.

Kini, warga berharap pemerintah tidak sekadar mengambil keputusan cepat, tetapi juga mendengar suara dari lapangan. Karena bagi mereka, solusi terbaik bukan menghilangkan TPST—melainkan memperbaiki dan mengembangkannya.

Di tengah polemik ini, satu hal menjadi jelas:
bagi warga Sriamur, TPST bukan masalah… tapi bagian dari solusi. (Eff)

About The Author