Kartini Masa Kini: Kisah Kurir Perempuan Lion Parcel Menembus Batas
2 mins read

Kartini Masa Kini: Kisah Kurir Perempuan Lion Parcel Menembus Batas

👁️ 3 views

VakansiInfo, Jakarta – Pagi baru saja dimulai ketika Putri (24) mengangkat tas berisi puluhan paket. Dari satu gang sempit ke jalanan padat, ia melangkah tanpa ragu. Hujan, panas, hingga tatapan heran pelanggan sudah jadi bagian dari rutinitasnya.

Bagi Putri, menjadi kurir bukan sekadar pekerjaan. Ini adalah perjalanan yang ia lanjutkan dari ibunya, yang sebelumnya bekerja sebagai kurir selama lebih dari lima tahun. Ketika kondisi sang ibu menurun, Putri mengambil alih peran tersebut.

“Dulu sering ikut mama antar paket. Sekarang lanjut sendiri,” ujarnya singkat.

Di momen Hari Kartini, kisah Putri menjadi gambaran nyata bahwa semangat emansipasi perempuan terus hidup—bahkan di jalanan.

Tantangan yang Tak Selalu Terlihat

Menjadi kurir perempuan bukan hal mudah. Putri sering menghadapi reaksi beragam—dari kagum hingga meragukan.

“Masih ada yang kaget lihat kurir perempuan,” katanya.

Tak jarang, ia juga mendapat perlakuan kurang nyaman. Hal serupa dialami Nuraini (29), yang memilih tetap fokus pada pekerjaannya meski menghadapi sikap tidak menyenangkan dari pelanggan.

Baca Juga  Inspiratif, Pemuda Ini Terapkan Less Waste Event Pada Acara BBQ Party di Rawalumbu, Kota Bekasi

Sementara itu, Tiara (34) justru menghadapi tantangan dari lingkungan terdekatnya.

“Awalnya keluarga sempat melarang. Tapi sekarang mereka mendukung,” ujarnya.

Makna di Balik Setiap Paket

Di balik lelahnya perjalanan, ada momen yang membuat semuanya terasa berarti.

Putri pernah menerima tip ratusan ribu rupiah—bukan soal nominal, tapi bentuk apresiasi atas kerja kerasnya.

Bagi Tiara, kebahagiaan datang dari interaksi sederhana.

“Kadang pelanggan sampai nyariin kalau lama gak ketemu,” katanya.

Sementara Nuraini, sebagai ibu tiga anak, menemukan nilai dari fleksibilitas waktu.

“Masih bisa bagi waktu untuk keluarga,” ujarnya.

Ruang untuk Perempuan Berkembang

Di Lion Parcel, mereka menemukan lingkungan kerja yang inklusif. Tidak ada perbedaan perlakuan antara laki-laki dan perempuan.

Lebih dari 25% karyawan Lion Parcel adalah perempuan, bahkan sebagian sudah berada di posisi strategis.

Berbagai pelatihan dan forum komunikasi juga rutin diadakan untuk mendukung para kurir dalam berkembang.

Lebih dari Sekadar Profesi

Bagi Putri, Tiara, dan Nuraini, menjadi kurir adalah simbol kemandirian dan keberanian.

Baca Juga  Komunitas Zeelandia Empowering Women Menggelar Talkshow Interaktif Dan Demo Baking Untuk Memperingati Hari Kartini 2024

Di Hari Kartini, mereka punya pesan sederhana:

“Perempuan harus berani mencoba dan mandiri,” kata Nuraini.

Kini, semangat Raden Ajeng Kartini tak lagi hanya dikenang—tetapi hidup dalam langkah para perempuan yang terus bergerak, mengantarkan harapan dari satu pintu ke pintu lainnya. (Sam)

About The Author