Warga Sukasari Bersama Komunitas Seni Bersihkan Ciliwung di Hari Bumi 2026
2 mins read

Warga Sukasari Bersama Komunitas Seni Bersihkan Ciliwung di Hari Bumi 2026

👁️ 5 views

VakansiInfo, Bogor – Pagi yang diguyur hujan tak menyurutkan semangat warga Sukasari RT 01/RW 02, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor untuk turun langsung membersihkan bantaran Kali Ciliwung dalam rangka memperingati Hari Bumi 2026.

Sejak pukul 08.00 WIB, warga bersama berbagai komunitas seni dan budaya tampak bergotong royong memunguti sampah plastik di sepanjang aliran sungai. Suasana hangat penuh kebersamaan dan canda tawa pun mewarnai aksi tersebut, mencerminkan kepedulian nyata terhadap lingkungan.

Kegiatan ini turut dihadiri tokoh masyarakat setempat, mulai dari Ketua RW, Ketua RT, hingga pengurus DKM Masjid Al-Huda Sukasari. Beragam komunitas juga ambil bagian, di antaranya Anak Muda Bilangan Siliwangi (Ambisi), Bogor Leum-Punk Club, Sambu Street, Rancage, Satgas Naturalisasi Ciliwung, hingga Komunitas Penyanyi Jalanan (KPJ) Bogor.

Kolaborasi Lingkungan dan Seni

Kegiatan diawali dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan aksi bersih-bersih lingkungan. Menariknya, kegiatan ini tidak hanya fokus pada aksi sosial, tetapi juga menghadirkan pertunjukan seni bertajuk “Satu Bumi Untuk Semua.”

Baca Juga  Kerja Sama KLHK-USAID Di Mulai Dari Orangutan Taman Nasional Tanjung Puting

Melalui happening art yang dibawakan para seniman seperti Heri Cokro dan kawan-kawan, pesan tentang kondisi lingkungan disampaikan dengan cara yang kreatif dan menyentuh.

Ketua KPJ Bogor, Tohir Kulikulo, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara masyarakat dan seniman.

“Kami ingin Hari Bumi jadi momentum bersama untuk menjaga lingkungan. Lewat seni dan aksi nyata, kami mencoba memberi edukasi,” ujarnya.

Warga Sukasari Bersama Komunitas Seni Bersihkan Ciliwung di Hari Bumi 2026

Refleksi Kondisi Bumi Saat Ini

Dalam pertunjukan tersebut, para seniman menggambarkan berbagai isu lingkungan, mulai dari pemanasan global, deforestasi, hingga eksploitasi sumber daya alam.

Heri Cokro menyampaikan pesan kuat melalui karyanya.

“Kerusakan lingkungan adalah cermin dari perilaku manusia. Bumi cukup untuk kebutuhan, tapi tidak untuk keserakahan,” ungkapnya.

Kebersamaan yang Menguatkan

Kegiatan ditutup dengan makan bersama menggunakan menu tradisional sederhana, mempererat rasa kebersamaan antar peserta.

Dalam sesi foto bersama, para peserta menyuarakan pesan yang menggema:

“Satu bumi untuk semua, kita kuat karena bumi kita.”

Aksi ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa dimulai dari langkah kecil—bersama, dan dari lingkungan terdekat. (CkrO3/red)

About The Author