
Bocah 10 Tahun dari Bekasi Tembus Film Layar Lebar, Amaury Faiz Jadi “Nino” di Timun Mas in Wonderland
VakansiInfo, Jakarta – Ada satu momen yang sulit dilupakan di sebuah ruangan di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, akhir pekan lalu.
Seorang anak laki-laki berdiri di antara puluhan peserta lain—menunggu hasil yang bisa mengubah hidupnya.
Namanya Amaury Faiz. Usianya baru 10 tahun. Tapi langkahnya hari itu terasa seperti sedang mengejar mimpi besar.
Dan benar saja—namanya akhirnya dipanggil.
Ia resmi terpilih sebagai “Nino”, salah satu karakter utama dalam film layar lebar Timun Mas in Wonderland.
Dari Ruang Casting ke Layar Lebar
Ajang Pemilihan 7 Sahabat Maura bukan sekadar lomba biasa.
Ini adalah gerbang menuju industri film, tempat anak-anak berbakat dari berbagai daerah diuji—bukan hanya kemampuan akting, tapi juga karakter, ekspresi, hingga kepercayaan diri.
Faiz berhasil melewati semua tahap, dari seleksi awal hingga grand final yang digelar di Liberta Hotel, Kemang.
Di hadapan panelis dari berbagai bidang—perfilman, pendidikan, hingga psikologi—ia tampil berbeda.
Bukan hanya karena bakatnya. Tapi karena keberanian seorang anak kecil yang tahu apa yang ia inginkan.
Anak Bekasi dengan Mimpi Besar
Faiz bukan berasal dari keluarga industri hiburan.
Ia adalah siswa kelas 4 SDIT YASFI Bekasi—anak biasa dengan mimpi yang tidak biasa.
Putra dari Bagus Darmawan dan Eka Andriyani ini dikenal aktif di dunia seni, khususnya akting dan menyanyi.
Namun di balik itu, ada mimpi yang jauh lebih besar.
Ia ingin menjadi aktor. Penyanyi. Bahkan pengusaha sukses.
Dan ia mengatakannya dengan sederhana—tanpa ragu.
“Mimpi akan menjelma menjadi nyata, jika kita berani mencoba.”
Kalimat itu mungkin terdengar sederhana.
Tapi di usia 10 tahun, itu adalah keyakinan yang tidak semua orang punya.
Film Anak, Tapi Bukan Cerita Kecil
Timun Mas in Wonderland bukan sekadar film keluarga biasa.
Film ini membawa nuansa petualangan yang dipadukan dengan budaya Indonesia—mengangkat cerita klasik dengan pendekatan modern.
Melalui karakter “Nino” dan 7 Sahabat Maura, film ini ingin menghadirkan cerita yang dekat dengan anak-anak masa kini, tanpa kehilangan akar budaya.
Kehadiran Faiz menjadi bagian penting dari narasi itu.
Panggung Baru untuk Generasi Muda
Ajang ini digagas oleh SINERA (Simfoni Negeri Raya) dan mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Kebudayaan dan Kementerian Ekonomi Kreatif.
Bukan sekadar mencari talent, tapi membuka ruang baru bagi generasi muda untuk masuk ke industri kreatif sejak dini.
Karena hari ini, industri film tidak hanya butuh aktor.
Tapi juga karakter, keberanian, dan cerita.
Dan Faiz—anak 10 tahun dari Bekasi—baru saja membuktikan bahwa semua itu bisa dimulai dari satu langkah kecil: mencoba.
Ketika Mimpi Mulai Punya Arah
Bagi banyak orang, ini mungkin hanya kabar casting film.
Tapi bagi Faiz, ini adalah awal.
Awal dari perjalanan panjang di dunia yang selama ini hanya ia bayangkan.
Dan bagi anak-anak lain di luar sana, kisah ini mungkin jadi pengingat sederhana:
Bahwa mimpi tidak harus menunggu dewasa.
Kadang, cukup dimulai dari keberanian untuk berdiri… dan mencoba. (Eff)



