Kasus Campak Masih Tinggi, GSK dan BPOM Perkuat Akses Vaksin Inovatif di Indonesia
2 mins read

Kasus Campak Masih Tinggi, GSK dan BPOM Perkuat Akses Vaksin Inovatif di Indonesia

👁️ 10 views

VakansiInfo, Jakarta – Di tengah meningkatnya kasus campak di Indonesia, penguatan akses terhadap vaksin dan edukasi masyarakat menjadi langkah penting untuk melindungi kelompok rentan, terutama anak-anak.

Melihat kondisi tersebut, GSK bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia atau BPOM memperkuat kolaborasi dalam mempercepat akses vaksin inovatif di Indonesia, termasuk vaksin MMR untuk campak, gondongan, dan rubella.

Berdasarkan data yang dipublikasikan BPOM, hingga minggu ke-11 tahun 2026 tercatat 58 kejadian luar biasa (KLB) campak di 39 kabupaten/kota pada 14 provinsi di Indonesia. Selain itu, terdapat 10 kematian terkait campak yang dilaporkan secara nasional. Sekitar 8 persen kasus juga terjadi pada kelompok usia dewasa di atas 18 tahun.

Campak sendiri merupakan salah satu penyakit virus paling menular di dunia. Penularannya dapat terjadi melalui udara ketika penderita batuk atau bersin, bahkan virus dapat bertahan di udara maupun permukaan ruangan hingga dua jam.

Tingkat penularannya yang sangat tinggi membuat cakupan imunisasi harus berada di atas 95 persen untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity.

Baca Juga  PNM Dampingi Ratusan Nasabah PNM Mekaar Daftar Izin Edar BPOM

Namun, data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan cakupan imunisasi campak-rubela (MR) tahun 2024 baru mencapai 92 persen untuk dosis pertama dan 82,3 persen untuk dosis kedua.

Selain menyebabkan demam dan ruam, campak juga dapat memicu komplikasi serius seperti pneumonia, radang otak atau ensefalitis, gangguan neurologis jangka panjang, hingga kematian.

Calvin Kwan mengatakan bahwa pencegahan melalui vaksinasi menjadi tanggung jawab bersama dalam membangun masyarakat yang lebih sehat.

“Setiap individu yang terlindungi merupakan langkah menuju masyarakat yang lebih kuat dan sehat. GSK mendukung upaya Indonesia dalam mendukung imunitas dan melindungi anak-anak,” ujarnya.

Sebagai bagian dari edukasi publik, GSK juga menghadirkan informasi terkait penyakit yang dapat dicegah melalui vaksin lewat akun media sosial @ayokitavaksin.

Sementara itu, Reswita Dery Gisriani mengapresiasi langkah cepat BPOM dalam memperkuat ketahanan kesehatan nasional melalui proses persetujuan vaksin yang responsif.

Menurutnya, persetujuan izin edar vaksin MMR menjadi langkah penting untuk membantu masyarakat mendapatkan perlindungan lebih optimal di tengah wabah campak yang masih berlangsung.

Baca Juga  Waspada Penularan Campak, Ini Strategi Aman Saat Beraktivitas di Luar

WHO sendiri merekomendasikan pemberian vaksin campak pertama pada usia sekitar 9 bulan di wilayah dengan risiko tinggi, serta dosis kedua pada usia 15–18 bulan guna memastikan perlindungan optimal.

Tak hanya anak-anak, vaksinasi juga penting bagi kelompok dewasa berisiko tinggi seperti tenaga kesehatan, pelaku perjalanan internasional, maupun individu yang memiliki kontak erat dengan pasien imunokompromais.

Melalui kolaborasi antara regulator, industri kesehatan, dan tenaga medis, diharapkan cakupan imunisasi di Indonesia terus meningkat sehingga penularan campak dapat ditekan dan kelompok rentan bisa terlindungi lebih baik. (Mur)

About The Author