
Desa Malasari Jadi Tuan Rumah HJB ke-544, Andi Zaelani Dorong Percepatan Pembangunan
VakansiInfo, Bogor – Penyelenggaraan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 yang dipusatkan di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, menjadi momentum bersejarah sekaligus membawa harapan baru bagi masyarakat setempat. Kepala Desa Malasari, Andi Zaelani Firdaos, berharap peringatan HJB tahun ini mampu memberikan dampak positif terhadap pembangunan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi masyarakat, hingga pengembangan sektor pariwisata desa.
Menurut Andi, jauh sebelum pelaksanaan HJB, Pemerintah Desa Malasari bersama masyarakat telah membentuk panitia lokal guna mempersiapkan seluruh kebutuhan kegiatan. Berbagai koordinasi dan musyawarah dilakukan untuk memastikan rangkaian acara berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Alhamdulillah beberapa minggu sebelumnya kami membentuk panitia lokal untuk mempersiapkan kegiatan HJB. Bersama masyarakat dan panitia kami berdiskusi mengenai apa saja yang harus dilakukan agar acara ini sukses,” ujar Andi Zaelani Firdaos.
Ia menjelaskan, terpilihnya Desa Malasari sebagai lokasi pelaksanaan HJB bukan tanpa alasan. Desa yang berada di kaki Gunung Halimun Salak tersebut memiliki nilai sejarah penting karena menjadi lokasi Pendopo Bupati pertama Kabupaten Bogor yang menjadi bagian dari perjalanan awal pemerintahan daerah.
Menurutnya, keberadaan situs bersejarah tersebut layak mendapatkan perhatian lebih besar karena menjadi salah satu saksi perjalanan panjang Kabupaten Bogor hingga berkembang seperti saat ini.
“Harapannya ke depan Desa Malasari bisa menjadi prioritas pembangunan. Karena tanpa sejarah yang ada di sini, termasuk keberadaan pendopo pertama, perjalanan Kabupaten Bogor tentu tidak bisa dilepaskan dari Malasari,” katanya.
Andi mengungkapkan bahwa dampak positif penyelenggaraan HJB mulai dirasakan masyarakat, terutama dalam aspek pembangunan infrastruktur. Salah satunya terlihat dari perbaikan akses jalan yang sebelumnya mengalami kerusakan dan kini menjadi lebih baik.
“Alhamdulillah dengan adanya HJB ini, jalan yang sebelumnya berlubang sekarang sudah jauh lebih baik dan mulus. Ini tentu sangat membantu mobilitas masyarakat,” ungkapnya.
Selain infrastruktur, sektor ekonomi masyarakat juga mulai menunjukkan perkembangan. Ramainya aktivitas menjelang dan selama pelaksanaan HJB memberikan peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memasarkan berbagai produk unggulan mereka kepada para pengunjung yang datang ke Malasari.
“Ekonomi masyarakat ikut bergerak. UMKM juga semakin berkembang karena banyak orang yang datang ke Malasari,” tambah Andi.
Terkait keberadaan Pendopo Bupati pertama Kabupaten Bogor, Andi memastikan bangunan bersejarah tersebut masih terjaga dengan baik. Bahkan hingga saat ini terdapat juru pelihara yang merupakan keturunan ahli waris yang secara rutin merawat dan menjaga situs sejarah tersebut.
“Alhamdulillah kondisi pendopo masih sangat baik dan ada juru pelihara yang menjaga. Beliau merupakan keturunan dari ahli waris yang selama ini merawat peninggalan sejarah tersebut,” jelasnya.
Ke depan, Pemerintah Desa Malasari optimistis potensi wisata desa akan semakin berkembang. Namun demikian, pengembangan tersebut harus tetap mengedepankan prinsip pelestarian lingkungan agar karakter alam yang menjadi daya tarik utama kawasan tetap terjaga.
“Malasari memiliki potensi wisata alam yang luar biasa. Harapannya bisa berkembang lebih pesat, tetapi tetap menjaga kelestarian lingkungan dan karakter alam yang menjadi daya tarik utama desa ini,” tuturnya.
Melalui penyelenggaraan Hari Jadi Bogor ke-544, masyarakat berharap Desa Malasari semakin dikenal sebagai kawasan bersejarah sekaligus destinasi wisata unggulan Kabupaten Bogor. Momentum ini diharapkan dapat membuka peluang pembangunan yang lebih luas serta memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal yang dimiliki desa. (Moms)



