
Respons Tragedi Tapir Dilindungi, Muhammadiyah Gelar Green Movement di Lampung
VakansiInfo, Lampung – Di tengah meningkatnya persoalan lingkungan hidup dan ancaman terhadap kelestarian satwa liar, Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PP Muhammadiyah menggelar Muhammadiyah Green Movement di Provinsi Lampung sebagai puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, pada 3–5 Juli 2026, menjadi bentuk nyata kepedulian Muhammadiyah terhadap berbagai persoalan lingkungan, termasuk konflik antara manusia dan satwa liar yang semakin meningkat akibat rusaknya habitat alami.
Program ini merupakan kolaborasi MLH PP Muhammadiyah bersama Lazismu Pusat, didukung Kementerian Lingkungan Hidup serta Kementerian Kehutanan. Rangkaian kegiatan meliputi Bimbingan Teknis Sekolah Adiwiyata, penanaman pohon produktif, Sekolah Konservasi, hingga Pelatihan Kader Lingkungan (PKL) bagi kader Muhammadiyah se-Lampung.
Sebanyak 50 peserta dari sekolah-sekolah Muhammadiyah mengikuti Bimtek Sekolah Adiwiyata yang digelar di Universitas Muhammadiyah Lampung. Kegiatan dibuka Sekretaris MLH PP Muhammadiyah Djihadul Mubarok bersama jajaran pimpinan Muhammadiyah, Lazismu, Universitas Muhammadiyah Lampung, serta menghadirkan narasumber dari Kementerian Lingkungan Hidup RI.
Selain pembelajaran mengenai sekolah ramah lingkungan, peserta juga mengikuti aksi penanaman pohon produktif di kawasan kampus sebagai upaya penghijauan, pengurangan dampak perubahan iklim, sekaligus menjaga kelestarian bumi.
Berangkat dari Tragedi Tapir yang Diburu Warga
Muhammadiyah Green Movement tahun ini juga menjadi respons atas insiden tragis ketika seekor tapir—satwa langka yang dilindungi undang-undang—diburu warga dan dijadikan makanan karena kurangnya pengetahuan mengenai pentingnya konservasi satwa liar.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa konflik manusia dengan satwa liar semakin sering terjadi akibat menyusutnya kawasan hutan yang menjadi habitat alami berbagai satwa, termasuk tapir, gajah, dan harimau Sumatra.
Melalui Sekolah Konservasi dan Pelatihan Kader Lingkungan, peserta memperoleh pembekalan mengenai konservasi, mitigasi konflik satwa-manusia, pengelolaan sampah, kepemimpinan hijau (green leadership), hingga pengelolaan hutan lestari.
“Masyarakat tidak bisa disalahkan sepenuhnya jika mereka belum paham. Di sinilah peran krusial edukasi. Kita butuh aksi nyata untuk memberi tahu mereka bahwa menjaga alam dan memelihara keanekaragaman hayati bukan sekadar tugas pemerintah maupun Muhammadiyah, tetapi tanggung jawab kita bersama,” disampaikan dalam kegiatan tersebut.
MLH PP Muhammadiyah juga menegaskan pentingnya melibatkan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan sebagai garda terdepan pelestarian satwa liar.
“Lampung adalah benteng penting bagi keanekaragaman hayati Sumatra. Melalui Pelatihan Kader Lingkungan ini kami ingin masyarakat tidak lagi melihat satwa sebagai ancaman, tetapi sebagai bagian penting ekosistem yang menopang kehidupan,” tegas penyelenggara.
Tiga Pilar Gerakan Lingkungan
Muhammadiyah Green Movement mengusung tiga pilar utama, yakni:
- Sekolah Adiwiyata untuk membangun budaya peduli lingkungan sejak usia sekolah.
- Pelatihan Kader Lingkungan sebagai agen perubahan di masyarakat.
- Sekolah Konservasi yang membekali peserta mengenai perlindungan satwa dan mitigasi konflik manusia dengan satwa liar.
Melalui gerakan ini, Muhammadiyah berharap semakin banyak kader lingkungan yang mampu mengedukasi masyarakat, menjaga kelestarian hutan, mengelola sampah secara berkelanjutan, serta melindungi keanekaragaman hayati Indonesia. (Eff)



