
DFSK E5 Plus Jadi Primadona di GIIAS 2026, Test Drive Tembus 427 Kali
VakansiInfo, Tangerang – Ada yang menarik dari kehadiran DFSK di GIIAS 2026. Bukan hanya jumlah pengunjung yang tinggi, tetapi juga rasa penasaran masyarakat untuk mencoba langsung DFSK E5 Plus, SUV PHEV yang menjadi salah satu bintang di booth DFSK.
Menjelang berakhirnya GIIAS 2026 di ICE BSD City, DFSK mencatat lebih dari 10.000 pengunjung dan total 625 SPK.
Dari jumlah tersebut, DFSK E5 Plus menjadi model dengan kontribusi terbesar melalui 380 SPK. Sementara SERES E1 mencatat 125 SPK dan Gelora E sebanyak 120 SPK.
Yang tidak kalah menarik adalah angka test drive.
Sepanjang pameran, tercatat lebih dari 700 aktivitas test drive di booth DFSK. Dari jumlah tersebut, 427 kali test drive menggunakan E5 Plus.
Angka ini menunjukkan tingginya rasa penasaran pengunjung terhadap teknologi PHEV yang ditawarkan DFSK.
Pengunjung Ingin Merasakan Langsung Teknologi PHEV
Cing Hok Rifin, Director Sales Center PT Sokonindo Automobile, mengatakan antusiasme terhadap E5 Plus tetap tinggi hingga menjelang penutupan GIIAS.
Menurutnya, pengunjung tidak sekadar melihat mobil dari luar, tetapi juga ingin merasakan langsung bagaimana teknologi PHEV bekerja melalui pengalaman berkendara.
Hal tersebut dinilai penting karena teknologi PHEV masih tergolong baru bagi sebagian konsumen Indonesia.
PHEV dengan Jarak Tempuh hingga 1.400 Kilometer
DFSK E5 Plus menjadi SUV PHEV pertama DFSK di Indonesia yang menyasar segmen premium passenger vehicle.
Mobil ini menggunakan Smart Power System DEi, yang mengombinasikan tenaga listrik dengan mesin pembakaran internal.
Salah satu daya tariknya adalah combined range hingga 1.400 kilometer.
Teknologi tersebut memberikan alternatif bagi konsumen yang ingin merasakan pengalaman berkendara elektrifikasi, tetapi tetap membutuhkan fleksibilitas ketika melakukan perjalanan jauh.
DFSK melihat respons positif di GIIAS sebagai sinyal bahwa pasar Indonesia semakin terbuka terhadap kendaraan elektrifikasi.
Namun, perusahaan juga menyadari bahwa penerimaan terhadap PHEV membutuhkan proses.
Edukasi dan pengalaman langsung menjadi penting agar konsumen semakin memahami kelebihan dan karakteristik kendaraan PHEV.
Dibuat di Indonesia
Menariknya, DFSK E5 Plus bukan hanya hadir sebagai kendaraan elektrifikasi, tetapi juga diproduksi secara lokal.
Mobil tersebut diproduksi secara massal di fasilitas manufaktur DFSK di Cikande, Banten, yang telah menerapkan standar Industry 4.0.
Produksi lokal ini menjadi bagian dari upaya DFSK memperkuat kemampuan manufaktur sekaligus membangun ekosistem kendaraan elektrifikasi di Indonesia.
Setelah GIIAS, DFSK Siapkan Ekspansi
Setelah GIIAS 2026 selesai, DFSK akan melanjutkan pengenalan E5 Plus ke berbagai wilayah Indonesia.
Jaringan dealer akan terus diperluas, begitu pula service point yang ditargetkan dapat menjangkau wilayah rural.
Dengan cara tersebut, semakin banyak masyarakat yang bisa melihat, mencoba, sekaligus memahami teknologi PHEV secara langsung.
“GIIAS adalah momentum, tetapi perjalanan kami tidak berhenti di pameran,” ujar Cing Hok Rifin.
Menurutnya, E5 Plus merupakan produk premium dengan teknologi yang membutuhkan waktu untuk semakin dikenal dan diterima pasar.
Karena itu, DFSK akan terus memperluas jaringan dan memberikan lebih banyak kesempatan kepada konsumen untuk merasakan langsung E5 Plus.
GIIAS Jadi Awal Perjalanan PHEV DFSK
GIIAS 2026 menjadi salah satu titik penting bagi DFSK untuk memperkenalkan teknologi PHEV kepada masyarakat Indonesia.
Dengan E5 Plus, produksi lokal, jaringan yang terus diperluas, serta edukasi yang berkelanjutan, DFSK berharap teknologi PHEV semakin mudah dipahami dan diterima masyarakat.
Bagi pengunjung yang sempat menjajal E5 Plus di GIIAS, pengalaman test drive tersebut menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat seperti apa sensasi kendaraan PHEV.
Sementara bagi DFSK, GIIAS menjadi awal dari perjalanan yang lebih panjang untuk memperkenalkan E5 Plus ke lebih banyak kota di Indonesia. (Mur)



