SeaSoldier Xperience Diluncurkan di Semarang, Dorong Wisata Berkelanjutan Berbasis Komunitas Lokal
3 mins read

SeaSoldier Xperience Diluncurkan di Semarang, Dorong Wisata Berkelanjutan Berbasis Komunitas Lokal

VakansiInfo, Semarang – Menjaga lingkungan ternyata tidak harus selalu dimulai dari sesuatu yang besar.

Bisa dimulai dari masyarakat yang mengenal wilayahnya sendiri, dari kebiasaan sehari-hari, hingga cara kita menikmati alam.

Semangat itulah yang terasa dalam Musyawarah Nasional (Munas) III SeaSoldier yang berlangsung di Grand Edge Hotel, Semarang, 22–23 Agustus 2026.

Digelar setiap tiga tahun, Munas kali ini menjadi momentum penting karena SeaSoldier meluncurkan program eco-tourism SeaSoldier Xperience.

Program tersebut mengedepankan komunitas lokal sebagai bagian penting dalam pengembangan pengalaman wisata sekaligus upaya menjaga lingkungan.

Founder dan Executive Director SeaSoldier, Nadine Chandrawinata, mengatakan masyarakat lokal memiliki pengetahuan paling dekat dengan kondisi lingkungan di wilayahnya.

“Pentingnya kolaborasi dan fokus pada lokal. Karena kami butuh lokal, masyarakat lokal yang paling tahu. Kalian yang paling tahu kondisi tempat tinggal masing-masing,” ujar Nadine.

Karena itu, program SeaSoldier Xperience dikembangkan dengan melibatkan komunitas lokal dan membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak.

Hari pertama Munas diisi dengan laporan program dari pusat dan regional, diskusi mengenai peluang serta tantangan di masing-masing daerah, hingga penyusunan rencana aksi dan penandatanganan Nota Kesepakatan Program SeaSoldier Xperience.

Ramon Y. Tungka dan Medina Kamil juga hadir dalam rangkaian kegiatan untuk berdiskusi dan memperkuat gagasan program tersebut.

Baca Juga  Catat 5 Langkah Cerdas untuk Memulai Wisata Berkelanjutan

Setelah agenda utama selesai, peserta diajak mengenal Semarang melalui kunjungan ke Oemah Herborist dan city tour ke sejumlah tempat ikonik, seperti Lawang Sewu, Simpang Lima, Tugu Muda, Kota Lama dan Gereja Blenduk.

Belajar Hidup Lebih Berkelanjutan

Hari kedua Munas III dibuka untuk umum.

Suasana kegiatan semakin beragam dengan hadirnya workshop, expo dan talkshow yang membicarakan keberlanjutan dari berbagai sudut pandang.

Ada workshop “Managing Green Organization for Green Jobs Opportunities” bersama Morika Maryam dan Workshop Mishka Project bersama Makaila Haifa.

Peserta juga dapat mengunjungi berbagai booth, mulai dari program konservasi SeaSoldier, merchandise, regional SeaSoldier, teknologi AI Waste Detection & Geospasial Technology dari SeaSoldier Ambon, Mishka Project, hingga berbagai program dari mitra dan komunitas lainnya.

Menariknya, pembahasan kemudian dibawa lebih dekat ke kehidupan sehari-hari melalui talkshow “Gaya Hidup Berkelanjutan: Tren atau Kebutuhan?”

Talkshow yang dipandu Dinni Septianingrum tersebut menghadirkan Nadine Chandrawinata, Hida, Rinco Berlian, Ramon Y. Tungka dan Medina Kamil.

Obrolan mereka memperlihatkan bahwa sustainability sebenarnya dekat dengan banyak hal yang dilakukan setiap hari.

Mulai dari memilih pakaian, membeli barang, menikmati tempat wisata, memilih konten di media sosial, berolahraga hingga menjaga kesehatan.

Baca Juga  Rayakan Hari Bumi, Ini Cara Unik Innit Lombok Jaga Pesisir Teluk Ekas

Ramon Y. Tungka mengingatkan bahwa cerita dan konten yang kita konsumsi turut membentuk cara kita melihat alam.

Sementara Medina Kamil menekankan bahwa menikmati alam juga perlu diikuti dengan kesadaran untuk menjaga diri sendiri dan kesehatan dalam jangka panjang.

Dengan begitu, gaya hidup berkelanjutan bukan hanya soal mengikuti tren, tetapi tentang membangun kebiasaan yang bisa terus dilakukan.

Dari Forum ke Aksi

Rangkaian Munas III SeaSoldier akhirnya ditutup dengan aksi nyata.

Para peserta melakukan penanaman mangrove di Pantai Mangunharjo, Semarang.

Pemilihan lokasi tersebut memiliki alasan tersendiri. Semarang menghadapi berbagai persoalan lingkungan, termasuk krisis iklim, sampah, persoalan pesisir dan penurunan muka tanah yang disebut mencapai sekitar 10 sentimeter per tahun.

Penanaman mangrove menjadi bagian dari respons SeaSoldier terhadap tantangan lingkungan tersebut.

Bagi SeaSoldier, Munas bukan hanya forum untuk membahas program dan organisasi.

Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk belajar, bertukar pengalaman, memperkuat jejaring dan kemudian menerjemahkannya menjadi aksi.

Harapannya, semangat kolaborasi tersebut dapat terus tumbuh di berbagai regional SeaSoldier.

Sebab, menjaga lingkungan bukan pekerjaan satu kelompok saja. Setiap komunitas, setiap daerah dan setiap orang memiliki peran dalam menjaganya. (Eff)

About The Author