Lestari Tradisi: Bandung 1990 Hadirkan Pesta Rakyat dan Kejayaan Pop Sunda
4 mins read

Lestari Tradisi: Bandung 1990 Hadirkan Pesta Rakyat dan Kejayaan Pop Sunda

VakansiInfo, Bandung – Titimangsa bersama Bakti Budaya Djarum Foundation menghadirkan pagelaran Lestari Tradisi: Bandung 1990 di Bumi Sangkuriang, Bandung, Sabtu (17/10/2026). Acara ini memadukan pertunjukan seni Sunda, penampilan musisi, lomba kesenian, serta bazar kuliner dan kerajinan lokal dalam satu perayaan budaya.

Mengusung semangat pelestarian tradisi yang dekat dengan perkembangan zaman, kegiatan ini menghadirkan ruang bagi seniman, sanggar, pelaku usaha lokal, dan masyarakat untuk menikmati beragam ekspresi budaya Sunda.

Rangkaian acara dibuka pada siang hari melalui area bazar yang melibatkan pelaku UMKM Bandung dan sekitarnya. Pengunjung dapat menemukan kuliner khas seperti kupat tahu, surabi, mi kocok, cuanki, dan es campur, serta produk kerajinan, batik, busana tenun, aromaterapi, dan jamu tradisional.

Sore harinya, panggung Unjuk Bakat memberikan kesempatan bagi sanggar dan seniman lokal untuk menampilkan karya mereka. Sementara itu, acara malam dipandu oleh Sule, Ceu Popon, dan Ohang dengan menghadirkan sederet musisi serta kelompok seni Sunda.

Doel Sumbang hingga Saung Angklung Udjo Meriahkan Panggung

Panggung Lestari Tradisi: Bandung 1990 menampilkan sejumlah nama yang memiliki kedekatan dengan perkembangan musik dan kesenian Sunda, antara lain Doel Sumbang, Nining Meida, Bungsu Bandung, Candil, Dewi Gita, Yukie Pas Band, Ebith Beat A, Dira Sugandi, Ujang Darso, dan Rehan Darso.

Pertunjukan juga melibatkan Saung Angklung Udjo, Jugala Jaipongan, SambaSunda, serta Studio Tari Indrawati Lukman. Beragam penampilan tersebut menghadirkan perpaduan musik populer, tari tradisional, dan pertunjukan kesenian yang merepresentasikan kekayaan budaya Sunda.

Baca Juga  Ribuan Warga Sambut Dedi Mulyadi di Kirab Mahkota Binokasih Kota Bogor

Rangkaian acara mencakup penampilan Dira Sugandi, Nining Meida, dan Bungsu Bandung, dilanjutkan Tari Topeng Tarung oleh Dewi Gita bersama Riyana Rosilawati. Doel Sumbang turut hadir dengan karya-karyanya, sementara Sanggar Jugala bersama SambaSunda menampilkan Jaipongan Tari Alas Grombyang.

Kolaborasi lintas genre juga hadir melalui Saung Angklung Udjo bersama Ebith Beat A. Candil, Yukie Pas Band, Ujang Darso, dan Rehan Darso dijadwalkan membawakan medley lagu-lagu karya Darso. Acara ditutup dengan nyanyian bersama lagu “Bubuy Bulan”, dilanjutkan penampilan SambaSunda bersama Rita Tila.

Selain pertunjukan, festival ini menyelenggarakan lomba kesenian yang melibatkan peserta dari berbagai sanggar. Dewan juri terdiri atas Renitasari Adrian, Happy Salma, Denny Chandra, Dr. Ismet Ruchimat, dan maestro tari Sunda Indrawati Lukman.

Menghidupkan Kembali Ingatan tentang Pop Sunda

Pemilihan Bandung sebagai lokasi acara berkaitan dengan sejarah kota tersebut sebagai ruang perkembangan berbagai ekspresi seni. Pada akhir 1980-an hingga 1990-an, perpaduan seni tradisi dengan budaya populer ikut mendorong berkembangnya Pop Sunda dan memperluas jangkauan musik berbahasa Sunda.

Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, Renitasari Adrian, mengatakan pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan mempertahankan tradisi, tetapi juga perlu menghadirkan ruang agar masyarakat dapat mengenal, menikmati, dan terlibat di dalamnya.

Baca Juga  Sawala Dasa Wacana #15 Menggali Makna Kemerdekaan dari Kearifan Lokal Sunda

Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap masyarakat dapat berkumpul, merayakan kekayaan budaya, dan semakin dekat dengan akar tradisi Indonesia.

Pendiri Titimangsa sekaligus produser Lestari Tradisi, Happy Salma, menegaskan bahwa nilai sebuah karya budaya tidak semata-mata ditentukan oleh popularitasnya.

Menurut Happy, tradisi perlu terus diberi ruang karena menyimpan nilai yang penting bagi kehidupan masyarakat. Ia juga memandang acara ini sebagai bentuk apresiasi kepada para seniman yang konsisten menjaga dan mengembangkan kesenian tradisional.

Serial Dokumenter tentang Para Penjaga Budaya

Selain festival, Happy Salma bersama rumah produksi Puri Aksara menghadirkan serial dokumenter Di Bawah Langit Kita (Bertemu Para Penjaga Budaya) dengan dukungan Bakti Budaya Djarum Foundation.

Terdiri atas tiga episode berdurasi maksimal 15 menit, serial tersebut mengangkat kisah para penjaga tradisi di Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur. Ceritanya mencakup keterampilan menenun kain Futus, membuat perhiasan tradisional, serta memainkan dan meneruskan musik tradisi.

Serial ini melibatkan Felix K. Nesi sebagai penulis skenario sekaligus produser dan Ony W. Pahlevi sebagai produser. Karya tersebut dijadwalkan tayang melalui kanal YouTube Indonesia Kaya mulai Senin, 19 Oktober 2026.

Masyarakat yang ingin mengikuti perayaan Lestari Tradisi: Bandung 1990 dapat memperoleh tiket seharga Rp200.000 melalui tiket.titimangsa.com. Informasi lebih lanjut tersedia melalui www.titimangsa.com atau layanan informasi di nomor 0851-1758-3459. (Fai)

About The Author