Muhammadiyah Resmikan Hutan Wakaf Berkemajuan di Gunung Kidul
3 mins read

Muhammadiyah Resmikan Hutan Wakaf Berkemajuan di Gunung Kidul

VakansiInfo, Gunung Kidul – Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah meresmikan Kawasan Hutan Wakaf Berkemajuan di Desa Gading, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (18/10/2026). Kawasan ini dikembangkan untuk memperkuat konservasi hutan sekaligus mewujudkan dakwah lingkungan melalui aksi nyata.

Peresmian dihadiri Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas, Ketua Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah M. Azrul Tanjung, jajaran Pimpinan Muhammadiyah Kabupaten Gunung Kidul, tim Ecoforest Berkemajuan, serta unsur pemerintah daerah. Acara ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Anwar Abbas, M. Azrul Tanjung, dan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gunung Kidul.

Dalam sambutannya, Anwar Abbas menegaskan bahwa menjaga hutan merupakan bagian dari tanggung jawab manusia terhadap alam. Menurutnya, upaya penghijauan tidak cukup dilakukan dengan menanam pohon, tetapi harus disertai pemeliharaan agar tanaman dapat tumbuh dan memberi manfaat ekologis dalam jangka panjang.

“Pohon-pohon ini harus dipastikan hidup. Jangan hanya ditanam, kemudian tidak dirawat. Kita harus menggunakan ilmu, memilih bibit yang tepat, menanam dengan benar, menyediakan pengairan, dan merawatnya dengan baik,” ujarnya.

Baca Juga  Muhammadiyah Luncurkan Program Lingkungan 2026, Dorong Green Movement hingga Green Hajj

Ia menekankan bahwa keberhasilan konservasi perlu dilihat dari keberlangsungan hidup tanaman dan terjaganya ekosistem, bukan hanya dari jumlah pohon yang ditanam atau kegiatan seremonial.

Sementara itu, M. Azrul Tanjung mengatakan Hutan Wakaf Berkemajuan merupakan bagian dari upaya Muhammadiyah mengintegrasikan nilai-nilai Islam, konservasi, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, gerakan lingkungan perlu diwujudkan melalui program yang terorganisasi, terukur, dan berkelanjutan. Pengembangan kawasan hutan wakaf juga diharapkan menjadi salah satu respons terhadap tantangan ekologis, seperti degradasi lahan, berkurangnya tutupan vegetasi, dan meningkatnya kerentanan lingkungan.

Karena itu, pengelolaan kawasan perlu didukung tata kelola yang baik, pemantauan kondisi ekosistem, serta pemeliharaan tanaman secara konsisten. Tim Ecoforest Berkemajuan dan jaringan Muhammadiyah di berbagai tingkatan diharapkan berperan aktif dalam menjaga keberlanjutan program.

“Kita mendorong umat ikut menanam sekaligus merawat pohon. Partisipasi itu perlu berlanjut setelah bibit ditanam agar pohonnya tumbuh dan memberikan manfaat,” kata Azrul.

Perkuat Kolaborasi dan Edukasi Ekologis

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gunung Kidul menyatakan komitmennya mendukung pengelolaan kawasan melalui keterlibatan struktur Muhammadiyah di tingkat daerah, cabang, dan ranting. Koordinasi dengan Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah, tim Ecoforest Berkemajuan, pemerintah setempat, dan masyarakat juga diperlukan agar program berjalan berkelanjutan.

Baca Juga  Rekomendasi Destinasi Wisata Alam Gua Di Gunung Kidul

Selain sebagai kawasan konservasi, Hutan Wakaf Berkemajuan diharapkan menjadi ruang edukasi ekologis bagi kader Muhammadiyah, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Kawasan ini berpotensi dimanfaatkan untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya menjaga fungsi hutan, termasuk dalam mendukung tata air, melindungi tanah, dan menyediakan habitat bagi keanekaragaman hayati.

Pengembangan hutan wakaf tersebut mencerminkan penerapan nilai-nilai Islam dalam menjaga amanah ekologis. Manusia tidak hanya memiliki tanggung jawab untuk memanfaatkan alam, tetapi juga memelihara keseimbangan lingkungan dan mencegah kerusakan.

Keberhasilan program ini akan bergantung pada konsistensi pemeliharaan kawasan, kolaborasi berbagai pihak, serta evaluasi berkala terhadap perkembangan ekologisnya. Melalui Hutan Wakaf Berkemajuan, Muhammadiyah berharap dapat memperkuat gerakan konservasi yang memberi manfaat bagi masyarakat dan generasi mendatang. (Eff)

About The Author