Jendela Puspita Hidupkan Semangat Sumpah Pemuda melalui Puisi dan Gerakan Literasi
3 mins read

Jendela Puspita Hidupkan Semangat Sumpah Pemuda melalui Puisi dan Gerakan Literasi

VakansiInfo, Jakarta – Memperingati Hari Sumpah Pemuda tidak harus berhenti pada pembacaan ikrar. Semangat persatuan juga dapat dirawat melalui karya sastra, diskusi, dan kegiatan literasi. Hal tersebut menjadi semangat Jendela Puspita bersama Komunitas Pegiat Literasi dan Budaya Nusantara dalam menggelar Malam Puncak Gelora Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting ini mengangkat tema “Membangun Bangsa dan Menjaga Gelora Sumpah Pemuda dengan Puisi”. Acara tersebut menjadi ruang bagi para pegiat literasi untuk berbagi gagasan sekaligus memperkuat nilai persatuan melalui sastra.

Diskusi dan sesi tanya jawab dipandu Erni Wardhani, Ketua Komunitas Penulis Pengajar Jawa Barat. Para peserta menyampaikan pandangan mengenai makna Sumpah Pemuda dan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga persatuan di tengah perkembangan era digital.

Salah satu peserta, Didik dari Bangkalan, Jawa Timur, mengajak generasi muda untuk mengambil bagian dalam membangun bangsa melalui kolaborasi dan tindakan nyata.

“Satu pesan utama dalam memaknai Sumpah Pemuda adalah ambillah peran, bergeraklah dalam kolaborasi nyata, dan jagalah kedamaian bangsa di era digital ini. Sebab, masa depan Indonesia berada di pundak kita semua,” ujarnya.

Baca Juga  Tip Dan Trik Menjadi Penulis Destinasi Wisata Oleh Jendela Puspita

Sementara itu, Edi Suwito dari Lingga, Kepulauan Riau, mengingatkan pentingnya menjaga jati diri dan menjadi generasi muda yang membawa harapan bagi bangsa.

Rangkaian acara juga diisi pembacaan Ikrar Sumpah Pemuda yang dipimpin Siska Puspita Dewi, Pembina Sanggar Literasi Jendela Puspita. Pembacaan ikrar tersebut menjadi momentum untuk kembali menghayati nilai persatuan dan tanggung jawab generasi muda dalam membangun Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Jendela Puspita turut memperkenalkan dua program kelas menulis, yaitu antologi puisi Gelora Sumpah Pemuda dan kumpulan cerpen Pahlawan Sejati. Kedua program ini membuka kesempatan bagi para penulis untuk menuangkan pemikiran, pengalaman, dan pesan kehidupan melalui karya sastra.

Selain itu, diumumkan tiga pembaca puisi terbaik dalam Parade Penyair Jendela Puspita bertajuk “Mengusap Air Mata Ibu Pertiwi”. Mereka adalah Suparno Ghopar dari Kutai Kartanegara, Dyah Mintarti dari Bogor, dan Edi Suwito dari Lingga.

Ketiganya mendapat apresiasi atas penampilan dalam membawakan puisi. Penghargaan tersebut diharapkan dapat mendorong para pegiat sastra untuk terus mengembangkan kreativitas dan menyampaikan gagasan melalui karya.

Baca Juga  Natasya Citra Marsella Siswi SDN Mangkusuman 8 Tegal Raih Juara Pertama Baca Puisi Pada Ajang Gebyar Kreasi Jendela Puspita di Bogor

Pembina Sanggar Literasi Jendela Puspita, Siska Puspita Dewi, berharap komunitas yang dibinanya dapat menjadi wadah bagi pegiat literasi dan budaya untuk saling terhubung, bertukar gagasan, serta menghasilkan karya yang bermanfaat.

Menurutnya, literasi tidak hanya sebatas kegiatan membaca dan menulis, tetapi juga dapat menumbuhkan kepedulian serta memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Melalui kegiatan seperti Malam Puncak Gelora Sumpah Pemuda, Jendela Puspita terus mendorong kolaborasi melalui kepenulisan, penerbitan buku, dan apresiasi sastra. Upaya tersebut menjadi bagian dari gerakan untuk merawat semangat kebangsaan melalui literasi.

Jendela Puspita membawa tagline “Dari Kata, Tumbuh Cinta. Dari Cinta, Lahir Karya. Melalui Karya, Kita Membangun Bangsa.” sebagai pesan bahwa karya dan literasi dapat menjadi bagian dari kontribusi masyarakat dalam membangun negeri. (Mur)

MURSYID