
Bukan Sekadar Kebaya! Cara Unik Raden Ajeng Kartini Dikenang Lewat Minuman Favoritnya Ini Bikin Netizen Penasaran
VakansiInfo, Jakarta – Hari Kartini biasanya identik dengan kebaya dan kutipan inspiratif. Tapi tahun ini, ada cara berbeda yang bikin banyak orang penasaran—bahkan viral: mengenang sosok Raden Ajeng Kartini lewat minuman tradisional favoritnya.
Di Aston Priority Simatupang Hotel & Conference Center, peringatan Hari Kartini disajikan dalam bentuk yang tak biasa. Bukan sekadar simbol, tapi pengalaman rasa.
Hotel ini menghadirkan Adon-Adon Coro, minuman khas Jepara yang dipercaya menjadi salah satu favorit Kartini. Racikan santan, gula merah, jahe, kayu manis, hingga cengkeh menciptakan sensasi hangat yang bukan cuma nikmat—tapi juga penuh cerita.
Bayangkan menikmati minuman tradisional yang dulu mungkin juga dinikmati Kartini…
Bukan sekadar minum, tapi seperti “menyentuh” sejarah.

Lebih dari Sekadar Minuman, Ini Warisan Budaya
Adon-Adon Coro bukan minuman biasa. Di balik rasanya yang manis dan hangat, tersimpan filosofi lokal.
- “Adon-adon” berarti proses meramu
- “Coro” berarti cara atau racikan
Sederhana, tapi bermakna—seperti perjuangan Kartini yang lahir dari keseharian.
Tak heran, kini minuman ini bahkan sedang diajukan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh pemerintah Jepara.
Bikin Momen Kartini Makin Spesial
Bukan cuma minuman, suasana juga dibuat makin spesial dengan berbagai pastry bertema Kartini, mulai dari:
- Choco cashew cake
- Tape cake
- Klepon mousse cake
- Strawberry choux
Semuanya disajikan dalam buffet yang bisa dinikmati tamu hotel saat sarapan dan makan siang.
Pesan di Balik Konsep Ini
Menurut manajemen hotel, ini bukan sekadar menu—tapi cara baru memahami Kartini.
“Warisan Kartini tidak hanya dari pemikirannya, tapi juga dari budaya yang ia jalani, termasuk kuliner,” Ujar Andi Gevika Rizki, General Manager Hotel Aston Priority Simatupang.
Kenapa Ini Bisa Viral?
Karena ini menyentuh dua hal sekaligus:
- Nostalgia budaya
- Pengalaman unik & relatable
Di era sekarang, orang tidak hanya ingin membaca sejarah—mereka ingin merasakannya langsung.
Dan lewat segelas Adon-Adon Coro, kisah Kartini terasa lebih dekat… lebih hangat… dan lebih hidup. (Mur)



