
APIMFA Hadir di Asia Pasifik, Festival Musik Kini Punya Ruang Kolaborasi Lintas Negara
VakansiInfo, Jakarta – Musik punya cara sendiri untuk mempertemukan orang dari berbagai tempat. Kini, festival musik di kawasan Asia Pasifik memiliki ruang baru untuk saling terhubung melalui Asia Pacific International Music Festival Association (APIMFA).
APIMFA resmi diperkenalkan dalam gelaran LaLaLa Festival Jakarta 2026, Jumat (21/8/2026).
Jejaring ini mempertemukan pelaku festival dan industri musik dari sejumlah pasar, mulai dari Mainland China, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Singapura, Australia, Indonesia hingga Filipina.
Tujuannya sederhana tetapi besar: membuka lebih banyak koneksi agar artis bisa tampil di negara lain, festival bisa saling berkolaborasi, dan audiens memiliki kesempatan menemukan musik dari berbagai penjuru Asia Pasifik.
APIMFA dibangun oleh para pelaku industri yang telah memiliki pengalaman panjang di pasar masing-masing.
Dari China, ada Shen Yue dari Modern Sky yang membawa pengalaman Strawberry Music Festival. Jepang hadir melalui Yuta Nomura dari CUEW Showcase and Conference.
Korea Selatan diwakili Kwangmin Seo dari Zandari Festa dan Whaley Time, sedangkan Taiwan hadir melalui Chris Liu dari FIREBALL Fest.
Thailand membawa pengalaman Sarun dari Fungjai. Sementara Indonesia diperkuat Dewi Gontha dari Java Festival Production dan Donny Heru dari The Group yang menaungi LaLaLa Festival.
Singapura dan Australia juga masuk dalam jejaring melalui Row One Asia dan Untitled Group.
Keberagaman tersebut justru menjadi kekuatan APIMFA. Setiap negara memiliki karakter musik dan budaya festival yang berbeda. Pertemuan berbagai pengalaman itu diharapkan bisa menghasilkan peluang baru.
Dalam peluncurannya, Johnnie Moylett dari Fuji Rock Festival Jepang juga menyoroti pentingnya kerja sama lintas negara.
Baginya, setiap pasar memiliki karakter dan audiens masing-masing. Ketika pengalaman tersebut dipertukarkan, industri festival di kawasan dapat berkembang bersama.
APIMFA pun tidak berhenti pada pertemuan dan networking.
Ada empat program utama yang disiapkan, yakni Cross-Market Collaboration, Artist Exchange Program, PR and Communications Support, serta Annual Conference and Showcase Festival.
Ada pula rencana penerbitan laporan tahunan mengenai industri festival Asia Pasifik yang akan membahas tren audiens, tur regional, kemitraan komersial, dan perkembangan industri.
Founder APIMFA Donny Heru mengatakan jejaring tersebut diharapkan dapat menciptakan ekosistem live music yang lebih kuat.
Tidak hanya soal membawa artis dari satu negara ke negara lain, APIMFA juga ingin mendorong standar baru dalam aspek keamanan, keberlanjutan, dan dampak lintas budaya.
Dengan demikian, APIMFA menjadi semacam jembatan baru bagi festival musik Asia Pasifik.
Musisi bisa mendapatkan panggung baru, festival bisa menemukan mitra baru, dan penonton berkesempatan menemukan lebih banyak musik dari kawasan yang semakin terkoneksi. (Mur)



